Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Angkatan Bersenjata Ukraina: Donets Tetap Jadi Fokus Serangan Musuh

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan wilayah Donetsk di Ukraina timur tetap menjadi fokus serangan Rusia, khususnya Avdiivka dan Bakhmut

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Daryono
zoom-in Angkatan Bersenjata Ukraina: Donets Tetap Jadi Fokus Serangan Musuh
Selebaran / LAYANAN PERS PRESIDEN UKRAINA / AFP
Foto selebaran ini diambil dan dirilis oleh layanan pers Kepresidenan Ukraina pada 14 November 2022, menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengambil bagian dalam upacara peletakan bendera selama kunjungannya ke kota Kherson yang baru dibebaskan, menyusul mundurnya pasukan Rusia dari pusat strategis . 

TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan wilayah Donetsk di Ukraina timur tetap menjadi fokus serangan Rusia, khususnya wilayah Avdiivka dan Bakhmut.

"Di Bakhmut situasinya sulit tetapi terkendali," kata petugas pers Serhil Cherevatyl dari divisi timur militer Ukraina.

Dilansir CNN, Gubernur Administrasi Militer Donetsk Pavlo Kyrylenko menerangkan lima orang tewas di wilayah itu pada Rabu (7/12/2022).

Pejabat militer Ukraina mengatakan dalam pembaruan harian mereka bahwa 25 "daerah" di dekat Avdiivka dan Bakhmut telah menjadi sasaran penembakan, mortir, dan artileri roket.

Serangan di Kherson

Bulan lalu, pasukan Rusia mundur dari kota Kherson setelah mendudukinya selama delapan bulan, dalam kemunduran yang memalukan.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari ke-289: Pasukan Rusia Pasang Peluncur Roket di PLTN Zaporizhzhia

Tetapi Rusia masih menguasai sebagian besar wilayah Kherson yang lebih luas.

Gubernur Administrasi militer wilayah Kherson, Yaroslav Yanushevysh dalam sebuah posting Telegram menuturkan sebuah rumah sakit di kota Kherson terkena serangan Rusia pada Jumat (9/12/2022) pagi.

Bangsal anak dan kamar mayat rusak dalam penembakan itu, menurut Yanushevysh.

Tidak ada cedera atau korban yang tercatat sejauh ini.

Ukraina darurat hak asasi manusia

Kepala hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Volker Turk mengatakan Ukraina adalah darurat hak asasi manusia pada Jumat (9/12/2022).

"Anda memiliki 17,7 juta yang membutuhkan bantuan kemanusiaan; Anda memiliki 9.3 juta yang membutuhkan bantuan makanan dan mata pencaharian," kata Turk pada konferensi pers di Jenewa, Swiss.

Baca juga: Hadapi Gempuran Rusia, AS Persenjatai Ukraina Paket Bantuan Drone Senilai 275 Juta Dolar

Seorang wanita mendorong sepedanya melewati jalan melewati tanda bertuliskan
Seorang wanita mendorong sepedanya melewati jalan melewati tanda bertuliskan "Stop-Mines" di dekat desa Makariv, sebelah barat Kyiv, Ukraine pada 22 November 2022, di tengah Invasi Rusia ke Ukraina. (Genya SAVILOV / AFP)

"Anda memiliki sekitar 7,4 juta pengungsi, Anda memiliki 6,5 juta orang yang terlantar secara internal," ucapnya.

"Sektor energi sangat terpengaruh, sistem pemanas, jaringan listrik, ada orang yang hidup di suhu di bawah nol tanpa pemanas, dan tanpa listrik," katanya.

"Ada pemadaman listrik ini, jadi bisa dibayangkan ada jutaan orang yang menderita ini setiap hari."

Pada Senin (5/12/2022), Rusia meluncurkan rentetan rudal baru ke arah Ukraina.

Serangan tersebut memutus pasokan air dan listrik di beberapa daerah dan menewaskan sedikitnya satu orang di kota Ukraina Kryvyi Rih dan setidaknya dua orang di Zaporizhzhia, menurut pihak berwenang setempat.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas