Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Morgan Stanley: Orang Korea Selatan Merupakan Pembelanja Barang Mewah Terbesar di Dunia

Total pengeluaran orang Korea Selatan untuk barang-barang mewah pribadi tumbuh 24 persen pada 2022 menjadi 16,8 miliar dolar AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Morgan Stanley: Orang Korea Selatan Merupakan Pembelanja Barang Mewah Terbesar di Dunia
net
Ilustrasi. Perusahaan bank investasi global Morgan Stanley menyamoaikan orang Korea Selatan (Korsel) merupakan pembelanja terbesar dunia untuk barang-barang mewah pribadi per kapita. Mulai dari tas Prada Italia hingga mantel Burberry Inggris. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Perusahaan bank investasi global Morgan Stanley menyamoaikan orang Korea Selatan (Korsel) merupakan pembelanja terbesar dunia untuk barang-barang mewah pribadi per kapita.

Mulai dari tas Prada Italia hingga mantel Burberry Inggris.

Dikutip dari laman CNBC, Jumat (13/1/2023), Bank investasi tersebut memperkirakan total pengeluaran Korsel untuk barang-barang mewah pribadi tumbuh 24 persen pada 2022 menjadi 16,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar 325 dolar AS per kapita.

Baca juga: Ekosistem Masih Dikembangkan, Mobil Listrik Masih Jadi Barang Mewah

Menurut perkiraan Morgan Stanley, angka itu jauh lebih banyak daripada 55 dolar AS dan 280 dolar AS per kapita yang dihabiskan masing-masing oleh warga negara China dan Amerika,
Merek-merek mewah juga menyoroti penjualan yang kuat di Korea.

Brand fashion mewah Italia, Moncler mengatakan pendapatannya di Korsel mencapai 'lebih dari dua kali lipat' pada kuartal kedua dibandingkan sebelum pandemi virus corona (Covid-19).

Sementara Pemilik Cartier, Richemont Group, menyampaikan bahwa Korea adalah salah satu wilayah di mana penjualan tumbuh dua digit pada 2022, dibandingkan dengan setahun dan dua tahun lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, Prada mengatakan bahwa sistem penguncian (lockdown) China berkontribusi pada penurunan 7 persen pada kinerja ritel 2022.

Namun, rumah mode itu menyatakan penurunan itu 'dimitigasi oleh kinerja yang kuat di Korea dan Asia Tenggara'.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas