Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

104 Jam Terjebak, Seorang Wanita Berhasil Diselamatkan dari Reruntuhan Puing Akibat Gempa Turki

Tim penyelamat berhasil mengeluarkan seorang wanita dalam keadaan hidup dari puing-puing bangunan yang runtuh di Turki pada Jumat (10/2/2023).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Sanusi
zoom-in 104 Jam Terjebak, Seorang Wanita Berhasil Diselamatkan dari Reruntuhan Puing Akibat Gempa Turki
AFP/ADEM ALTAN
Tim penyelamat dan warga sipil mencari korban selamat di bawah puing-puing bangunan yang runtuh di Kahramanmaras, dekat pusat gempa, sehari setelah gempa berkekuatan 7,8 skala Richter melanda tenggara negara itu, pada 7 Februari 2023. - Tim penyelamat di Turki dan Suriah menghadapi cuaca dingin, gempa susulan dan bangunan yang runtuh, saat mereka menggali korban selamat yang terkubur oleh gempa bumi yang menewaskan lebih dari 5.000 orang. Beberapa kehancuran terparah terjadi di dekat pusat gempa antara Kahramanmaras dan Gaziantep, sebuah kota berpenduduk dua juta jiwa di mana seluruh blok sekarang menjadi reruntuhan di bawah salju yang menumpuk. (Photo by Adem ALTAN / AFP) 

Presiden Suriah Bashar al-Assad dilaporkan melakukan perjalanan pertamanya ke daerah yang terkena dampak bencana sejak gempa melanda, mengunjungi sebuah rumah sakit di Aleppo, lapor media pemerintah.

Tetapi Program Pangan Dunia mengatakan kurangnya persediaan bahan pangan di Suriah barat laut yang dikuasai pemberontak karena keadaan perang di sana mempersulit upaya pengiriman bantuan.

Sedangkan Presiden Turki Tayyip Erdogan hari ini mengunjungi provinsi Adiyaman, di mana dia mengakui tanggapan pemerintah tidak secepat yang seharusnya.

"Meskipun kami memiliki tim pencarian dan penyelamatan terbesar di dunia saat ini, kenyataannya upaya pencarian tidak secepat yang kami inginkan," katanya.

Dia juga mengatakan penjarahan toko telah terjadi di beberapa daerah.

Tim penyelamat, termasuk tim dari puluhan negara, bekerja keras siang dan malam dalam suhu yang sangat dingin untuk menemukan korban selamat yang terkubur di reruntuhan bangunan.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas