20 Juta Orang di Argentina Hidup Tanpa Listrik, Setelah Muncul Percikan Api di Saluran Listrik
Sekitar 20 juta orang atau 40 persen konsumen di seluruh penjuru Argentina dibiarkan hidup tanpa listrik di beberapa provinsi di negara itu.
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, BUENOS AIRES - Sekitar 20 juta orang atau 40 persen konsumen di seluruh penjuru Argentina dibiarkan hidup tanpa listrik di beberapa provinsi di negara itu.
Hal itu karena kebakaran yang terjadi di jalur pasokan listrik, seperti yang dilaporkan pada Rabu kemarin.
Laporan media lokal mengindikasikan pemadaman listrik dilaporkan terjadi di sebagian besar wilayah metropolitan dan beberapa provinsi seperti Cordoba, San Juan, San Luis, Santa Fe dan Mendoza.
Selain itu, operasi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Atucha I ditutup sementara waktu sebagai upaya pencegahan, bukan sebagai akibat langsung dari pemadaman listrik yang mempengaruhi negara.
Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (2/3/2023), Wakil Menteri Argentina untuk sektor kelistrikan, Santiago Yanotti mengatakan bahwa pasokan listrik ke konsumen akan dipulihkan hanya dalam beberapa jam.
Mengutip sumber yang mengetahui perkembangan tersebut, media Amerika Serikat (AS) melaporkan sebelumnya bahwa pemadaman listrik menyebabkan sekitar 10.000 megawatt offline.
Baca juga: Pasca Gempa M 7,0 Kepulauan Solomon yang Memicu Peringatan Tsunami: Listrik Mati, Komunikasi Putus
Menurut media setempat, kebakaran tersebut disebabkan oleh panas yang melanda Argentina selama beberapa hari.
Perlu diketahui, suhu di banyak wilayah Argentina mendekati 40 derajat Celsius atau sekitar 104 derajat Fahrenheit.