Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Putin: Proposal Perdamaian China Bisa Akhiri Perang, Tapi Masalahnya Ada di Ukraina dan Pihak Barat

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan proposal perdamaian China untuk Ukraina dapat digunakan sebagai dasar untuk mengakhiri perang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Putin: Proposal Perdamaian China Bisa Akhiri Perang, Tapi Masalahnya Ada di Ukraina dan Pihak Barat
Sergei KARPUKHIN / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Kremlin di Moskow pada 20 Maret 2023. 

"China adalah mitra dagang luar negeri utama Rusia," kata Presiden Putin, berjanji untuk mengikuti dan melampaui "tingkat tinggi" perdagangan yang dicapai kedua negara pada tahun lalu.

Sementara Xi Jinping meninggalkan Rusia pada hari ini, dengan pesawatnya berangkat dari bandara Moskow.

Pertemuan Xi dan Putin

Xi Jinping mendarat di Moskow untuk bertemu dengan Vladimir Putin pada Senin, yang menjadi kunjungan pertamanya sejak Rusia memulai invasinya ke Ukraina. Xi disambut meriah ketika dia tiba di Kremlin untuk pembicaraan hari kedua pada Selasa.

Pemimpin China itu mengatakan, dia "sangat senang" berada di Moskow dan menggambarkan pembicaraan dengan Putin berjalan dengan "terus terang, terbuka dan ramah".

PM Jepang Fumio Kishida (kiri) bersama Presiden Ukraina  Volodymyr Zelenskyy (kanan) di Kiev, Selasa (21/3/2023).
PM Jepang Fumio Kishida (kiri) bersama Presiden Ukraina  Volodymyr Zelenskyy (kanan) di Kiev, Selasa (21/3/2023). (Kantor PM Jepang)

Kunjungannya ke Rusia terjadi beberapa hari setelah Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Presiden Putin atas tuduhan kejahatan perang.

Sebelumnya, Xi Jinping menyebut China dan Rusia sebagai "kekuatan tetangga yang hebat dan mitra strategis yang komprehensif".

Rekomendasi Untuk Anda

Berikut ini hasil dari pertemuan kedua pemimpin ini menurut media pemerintahan Rusia:

1. Menandatangani dua dokumen bersama, satu dokumen merinci rencana kerja sama ekonomi dan dokumen yang berisi rencana untuk memperdalam kemitraan Rusia-Tiongkok

2. Mencapai kesepakatan tentang pipa gas yang direncanakan di Siberia untuk mengirimkan gas Rusia ke China melalui Mongolia

3. Setuju bahwa perang nuklir "tidak boleh dilancarkan"

4. Membahas keprihatinan mereka pada pakta Aukus yang baru, yaitu perjanjian pertahanan antara Australia, Inggris, dan AS

5. Menyatakan keprihatinan atas kehadiran NATO yang semakin meningkat di Asia pada "masalah militer dan keamanan"

Ada kekhawatiran yang berkembang di negara-negara Barat bahwa China kemungkinan memberikan dukungan militer untuk Rusia.

Baca juga: Kementerian Pertahanan Ukraina Sebut Rudal Jelajah Rusia Hancur dalam Sebuah Ledakan di Krimea

Ketua NATO Jens Stoltenberg dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Brussel, Belgia, mengatakan aliansinya belum "melihat bukti apapun bahwa China mengirimkan senjata mematikan ke Rusia".

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas