Palsukan Nama Mirip Nama Gubernur Prefektur Tottori, Mantan Narapidana Jadi Anggota Parlemen Jepang
Hirai mengaku mengubah namanya dari "Shinchi" menjadi "Shinji" setelah dibebaskan dari penjara.
Editor: Dewi Agustina
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang mantan narapidana terpilih menjadi anggota parlemen majelis tinggi Jepang setelah memalsukan namanya dengan nama mirip Gubernur Prefektur Tottori, Shinji Hirai (61).
"Dalam pemilihan Majelis Prefektur Tottori yang diadakan pada tanggal 9 April lalu, seorang kandidat dengan nama belakang yang sama dengan Gubernur Prefektur Tottori Shinji Hirai (61) terpilih. Ternyata itu nama palsu dan mantan narapidana Jepang," ungkap seorang politisi Jepang sumber Tribunnews.com, Selasa (11/4/2023).
Shinji Hirai (54), mantan napi tersebut lahir di Kota Ikoma, Prefektur Nara.
Dia bernama asli Shinchi Hirai.
Baca juga: Organisasi Nelayan Tolak Rencana Jepang Buang Air Limbah Nuklir ke Samudra Pasifik
Hirai mengaku mengubah namanya dari "Shinchi" menjadi "Shinji" setelah dibebaskan dari penjara.
Dia sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan Prefektur Tottori.
"Saya tertarik dengan Prefektur Tottori karena saya memiliki nama yang sama dengan gubernur petahana. Saya mencalonkan diri karena ingin menghentikan pemilihan tanpa pemungutan suara," kata Shinji Hirai.
Hirai palsu ini mencalonkan diri sebagai pendatang baru independen di daerah pemilihan Kota Tottori (12 kursi) dan terpilih sebagai kandidat ke-12 dari 13 kandidat.
Alih-alih menggunakan mobil pemilu, dia mengimbau koreksi kesenjangan upah menggunakan aplikasi posting video.
Saat diwawancarai, dia dengan antusias berkata, "Saya pikir saya pasti akan gagal."
Hirai mengungkapkan bahwa dia pernah menjalani hukuman penjara karena penipuan di masa lalu, dan berkata, "Saya ingin menunjukkan bahwa meskipun Anda memiliki catatan penangkapan, Anda dapat mencoba lagi."
Baca juga: Momen TREASURE Talk, Jihoon dan Jaehyuk Berharap Bisa Lebih Lama di Jepang
Kepolisian masih terus menyelidiki kasus ini bersama panitia pemilu Jepang.
Sementara itu bagi para pecinta Jepang dapat bergabung gratis ke dalam whatsapp group Pecinta Jepang dengan mengirimkan email ke: info@sekolah.biz Subject: WAG Pecinta Jepang. Tuliskan Nama dan alamat serta nomor whatsapp.