Dengan berat 202,24 butir (50,56 karat), mutiara tersebut awalnya dibeli oleh Philip II dari Spanyol untuk pengantinnya, Ratu Mary I dari Inggris.
Mutiara ini diwariskan turun temurun di keluarga kerajaan Spanyol sebelum jatuh ke tangan kakak laki-laki Napoleon, Joseph-Napoléon Bonaparte.
Lama kemudian, pada tahun 1969, mutiara ini dibeli oleh Richard Burton untuk Elizabeth Taylor, dan dipasang pada kalung yang dirancang oleh Cartier.
"Kisah cinta yang luar biasa, tetapi juga menyenangkan," kata Molesworth tentang bagian ini dalam asal muasal mutiara itu.
"Taylor menceritakan dalam otobiografinya bagaimana suatu kali, saat duduk di sofa bersama Burton, dia menyadari mutiara lepas dari rantainya. Dia melihat ke bawah dan melihat anak anjingnya sedang mengunyah sesuatu di karpet. Mutiara ada di antara giginya. Untungnya, mutiara berhasil diamankan tanpa kerusakan."
La Peregrina dijual oleh Christie di New York pada tahun 2011 seharga $11.842.500 (sekitar Rp180 miliar), menjadikannya mutiara alami termahal yang pernah dilelang pada saat itu.
'Kutukan' Berlian Harapan
Berlian lain yang memukau dengan masa lalu yang menyeramkan adalah berlian Harapan, yang menjadi koleksi terpentind di Koleksi Permata Nasional, Museum Smithsonian.
"Ini berlian biru tua yang sangat langka, dinamai sesuai nama salah satu pemiliknya," kata Arabella Hiscox, spesialis perhiasan di Christie's London, kepada BBC Culture.
Ini adalah permata 45,52 karat, berlian terbesar yang diketahui dari jenisnya. "Saat terkena sinar ultraviolet, dia bersinar merah darah, menambah misterinya."
Menceritakan asal muasal Berlian Harapan dalam bukunya tahun 1996, The Unexplained, Karl Shuker menulis bahwa permata itu "diambil [dari] alis patung di kuil India" oleh seorang pendeta Hindu, yang kemudian dikatakan memicu kutukan dan membuat pendeta itu menderita.
Pada tahun 1668, berlian itu dibeli oleh Louis XIV dari Prancis, dan dicuri selama Revolusi Prancis di tengah bisik-bisik bahwa Louis XIV dan Marie Antoinette telah menjadi korban kutukannya.
Pierre Cartier kemudian mendesain Harapan untuk menghias kalung berlian putih mencolok, yang dia jual kepada pewaris pertambangan naas Evalyn Walsh McLean pada tahun 1912.
"Dua anak McLean dikatakan meninggal saat dia memakainya," kata Hiscox. Pada tahun 1958, pemilik Berlian Harapan saat itu, pembuat perhiasan Harry Winston, menyumbangkannya ke Museum Smithsonian.
Baca tanpa iklan