Tentara dan Paramiliter Sudan Bentrok, Setidaknya 25 Warga Tewas, Pesawat di Bandara Terbakar
Bentrok pecah antara tentara reguler Sudan dan paramiliter RSF, kedua belah pihak saling memperebutkan bandara dan istana presiden.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Arif Fajar Nasucha
Dua maskapai besar, maskapai Saudi milik negara Saudia dan Egyptair Mesir, menangguhkan penerbangan masuk dan keluar sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Sebuah pesawat Saudia yang bersiap lepas landas dari bandara Khartoum diserang selama bentrokan.
Video beredar di media sosial menunjukkan pesawat terbakar di landasan.
Warga berdiam di rumah mereka saat asap hitam dari tembakan senjata berat menutupi area ibu kota.
Warga sipil yang terluka mulai berdatangan ke rumah sakit.
Orang-orang menggambarkan suasana kacau di Khartoum dan kota kembarnya Omdurman, di mana tembakan terdengar di lingkungan padat penduduk.
"Api dan ledakan ada di mana-mana," kata Amal Mohamed, seorang dokter di rumah sakit umum di Omdurman.
"Semua berlari dan mencari perlindungan."
"Khartoum telah menjadi medan pertempuran," kata Tahani Abass, seorang advokat hak asasi manusia terkemuka Sudan yang tinggal dekat dengan markas besar militer.
"Situasinya sangat mengerikan, dan kami tidak tahu kapan akan berakhir."
Di mana pertempuran terjadi?
Pertempuran dimulai di sebuah pangkalan militer di selatan Khartoum, ibu kota Sudan.
Tentara Sudan dan RSF saling menuduh memulai serangan.
Bentrokan kemudian menyebar ke seluruh ibu kota, termasuk di sekitar markas militer, bandara, dan istana presiden.
Saksi melaporkan baku tembak terjadi di banyak bagian negara di luar ibu kota, termasuk baku tembak di kota utara Merowe dan bentrokan di kota El Fasher dan Nyala di Darfur.