Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

‘Lulus’ Simulasi Hidup di Mars, Pria Jogja Ingin Kembangkan Minat Studi Antariksa

Usai 'lulus' menjalani simulasi kehidupan di Planet Mars, pemuda asal Yogyakarta ini bertekad mengembangkan kecintaan terhadap studi…

Tribun X Baca tanpa iklan

Mereka harus mengenakan pakaian astronaut yang bobotnya mencapai 20 kilogram di bawah terik matahari. Belum lagi suhu udara di gurun yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius di siang hari. Komunikasi antara peserta saat di luar kubah dilakukan melalui radio yang terpasang di baju mereka.

"Excited! Kapan meneh (lagi), Mas?" gelak Venzha saat DW Indonesia menanyakan apakah ia menyesal menjalani test dan simulasi yang menguras fisik dan psikis.

Kembali ikuti simulasi traveling ke Mars

Seolah tidak kapok, di tahun 2019, Venzha kembali menjalani simulasi perjalanan menuju Planet Mars yang juga memakan waktu dua bulan. Ia mengikuti serangkaian tes selama satu bulan dan simulasi satu bulan di program simulasi yang diselenggarakan oleh The Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

"Metabolisme tubuh berubah," ujar Venzha.Salah satu pelajaran yang dia dapatkan adalah, saat di ruang angkasa tidak mengenal konsep ruang dan waktu. Tidak ada jam. Tidak ada siang dan malam.

"Konsep ruang dan waktu hanya ada di bumi untuk membantu kehidupan manusia supaya tidak kacau. Kalau di luar angkasa, siapa yang memiliki kesepakatan konsep ruang dan waktu?" kata Venzha.

Kini, ruang dan waktu Venzha Christ lebih banyak dialokasikan untuk membangun dan mengawasi Unidentified Flying Object (UFO) Camp di Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bersama sembilan tenaga kerja setempat, laki-laki berambut dreadlock warna biru ini lebih sering mondar-mandir antara Yogyakarta dan Nanggulan untuk segera menyelesaikan UFO Camp tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya melibatkan masyarakat desa untuk mempersiapkan aktivitas sains karena di sana kegiatan seperti itu belum ada," terang Venzha yang dengan semangat terus menularkan kecintaannya terhadap luar angkasa.

(ae)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas