Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

India: Penyakit Paru Ubah Budhpura Jadi 'Desa Para Janda'

Budhpura, bagian Rajasthan, merupakan pusat dari industri batu pasir India. Banyak laki-laki meninggal dunia akibat penyakit paru…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

MK Devarajan, mantan anggota Komisi Hak Asasi Manusia Negara Bagian Rajasthan, menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memperjuangkan hak-hak dan keselamatan para pekerja tambang.

Selama masa jabatannya, dia mendesak Direktur Jenderal Keselamatan Tambang (DGMS) pemerintah India untuk memperketat peraturan, dengan membatalkan izin penambangan bagi pihak yang melanggar peraturan.

Pemerintah Rajasthan kini menangani masalah kesehatan silikosis ini dengan menawarkan kompensasi finansial, dengan memberikan 200.000 rupee (setara Rp36,8 juta) kepada penyintas silikosis dan 300,000 rupee (Rp55,3 juta) kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Ini bahkan bukan puncak gunung es. Masalahnya jauh lebih besar. Jika pemerintah tidak melakukan intervensi dengan benar, seiring berjalannya waktu kita akan menyaksikan peningkatan jumlah penderita silikosis secara besar-besaran," kata Devarajan kepada tim DW dalam sebuah wawancara telepon. "Pemerintah perlu menegakkan dan menindak tegas tambang-tambang ilegal untuk menghentikan krisis ini," tambahnya.

Kurangnya akses pelayanan kesehatan

Setiap harinya, puluhan pekerja tambang penyintas silikosis berdatangan ke rumah sakit setempat di kota Bundi. Hanya ada beberapa dokter yang merawat pasien dan mereka tidak memiliki peralatan untuk mendiagnosa atau mengobati penyakit pernapasan.

Menurut petugas kesehatan rumah sakit tersebut, Dr. Jitendra Kumar, kurangnya sumber daya manusia serta pelatihan yang tidak memadai, telah mengakibatkan banyak kesalahan diagnosis terkait penyakit silikosis ini selama bertahun-tahun.

Selama kunjungan tim DW, terlihat Dr. Kumar tengah memeriksa seorang pekerja tambang penyintas silikosis sejak dua tahun lalu, yang mengeluhkan nyeri dada ekstrem dan sesak napas. Dr. Kumar mengatakan bahwa paru-paru pasien itu telah rusak total.

Rekomendasi Untuk Anda

"Di rumah sakit ini, kami memiliki 50-60 pasien yang menderita masalah pernapasan setiap harinya dan di antara mereka, 50% adalah penderita silikosis. Ini adalah penyakit yang sangat mengkhawatirkan. Ada beberapa kasus yang sudah mencapai tahap ketiga dan berada di zona berbahaya," tambah Dr. Kumar.

Meski demikian, Jumma dan para perempuan lainnya tetap mempertaruhkan nyawa mereka tanpa dukungan atau perlindungan kesehatan yang memadai. Mereka bekerja di tambang meskipun sakit kepala dan paru-paru mereka sesak. (kp/hp)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas