Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Populer Internasional: India Dirumorkan Ganti Nama - Warga Kuba Diduga Direkrut Jadi Tentara Bayaran

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Kuba yang membongkar jaringan perdagangan manusia dalam perang Rusia-Ukraina.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Populer Internasional: India Dirumorkan Ganti Nama - Warga Kuba Diduga Direkrut Jadi Tentara Bayaran
Kolase Tribunnews/AFP
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Kuba yang membongkar jaringan perdagangan manusia dalam perang Rusia-Ukraina. 

"Saat ini, serangan teroris Rusia telah menewaskan 16 orang di pasar, toko, sebuah apotek," lanjut Zelensky.

Zelensky pun bersumpah bahwa kejahatan Rusia harus dikalahkan sesegera mungkin.

"Kejahatan Rusia ini harus dikalahkan sesegera mungkin," ucapnya.

Hingga saat ini, pihak Moskow belum mengomentari klaim Zelensky.

Di antara 16 orang yang tewas adalah seorang anak-anak, dan sedikitnya 28 lainnya diperkirakan terluka.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. India Dirumorkan akan Mengganti Nama Negara Menjadi Bharat, Upaya Modi Hilangkan Simbol Inggris

Tangkapan layar undangan makan malam yang dikirimkan oleh Presiden India kepada delegasi G20 yang menyebutkan
Tangkapan layar undangan makan malam yang dikirimkan oleh Presiden India kepada delegasi G20 yang menyebutkan "Presiden Bharat". (via X @ShashiTharoor)
Rekomendasi Untuk Anda

Muncul sebuah rumor bahwa India akan berganti nama menjadi Bharat.

Rumor itu muncul setelah undangan negara KTT G20 menyebut India sebagai Bharat.

Penggantian nama ini termasuk upaya Perdana Menteri India, Narendra Modi untuk menghilangkan simbol-simbol pemerintahan Inggris.

Para pemimpin dunia yang tergabung dalam G20 telah menerima undangan jamuan makan malam kenegaraan dari "Presiden Bharat".

Dikutip dari The Guardian, Bharat merupakan sebuah kata yang berasal dari kitab suci Hindu kuno yang ditulis dalam bahasa Sansekerta.

Bharat merupakan salah satu dari dua nama resmi negara tersebut berdasarkan konstitusinya.

Anggota partai Bharatiya Janata (BJP), partai nasionalis Hindu yang berkuasa, sebelumnya berkampanye menentang penggunaan nama India.

Mereka beranggapan nama India berakar pada zaman barat dan diterapkan pada masa penaklukan Inggris.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas