Huawei Rilis Ponsel Baru, Ini Alasan Apple dan Amerika Serikat Khawatir
Ponsel terbaru Huawei, Mate 60 Pro, sedang menarik perhatian para pecinta teknologi di Tiongkok. AS dan Apple alami kekhawatiran.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Sri Juliati
Anggota parlemen dan FBI berpendapat bahwa Huawei merupakan ancaman terhadap keamanan nasional, sementara AT&T dan Verizon berhenti mendistribusikan perangkat Huawei pada tahun 2018.
Alasan Dibatasi
Pertumbuhan pesat perusahaan Huawei disertai dengan kekhawatiran AS mengenai hubungannya dengan pemerintah Tiongkok, serta ketakutan akan spionase.
Pada tahun 2019, AS menyatakan Huawei memiliki risiko keamanan dan memberlakukan kontrol ekspor terhadap penjualan teknologi AS kepada perusahaan tersebut.
Mengenal Mate 60 Pro
Mate 60 Pro adalah ponsel terbaru di jajaran smartphone Mate Huawei.
Ponsel baru ini menunjukkan chip 7nm yang dibuat oleh SMIC, yang dianggap mewakili tonggak desain dan manufaktur buatan Tiongkok, kata TechInsights.
Huawei mulai menerima pesanan ponsel baru tersebut pada Jumat (8/9/2023) dan akan mengirimkan perangkat tersebut pada tanggal 9 Oktober 2023.
Tes kecepatan menunjukkan bahwa Mate 60 Pro mampu mengunduh lebih cepat daripada ponsel 5G terbaik yang saat ini ada di pasaran.
Ponsel ini juga memiliki dukungan satelit, layar OLED 6,82 inci, baterai 5.000mAh, dan harga mulai dari 900 dolar AS (Rp13,8 juta).
Dampak terhadap iPhone
Ponsel Huawei terbaru hadir di saat yang sensitif bagi Apple, yang diperkirakan akan meluncurkan ponsel terbarunya, iPhone 15, pada hari Selasa (12/9/2023).
Pada saat yang sama, Tiongkok adalah salah satu pasar terpenting Apple, menyumbang sekitar 20 persen pendapatannya.
Selain persaingan baru dari Huawei, Apple juga menghadapi pembatasan baru dari pemerintah Tiongkok, dengan adanya laporan bahwa pegawai pemerintah dilarang menggunakan iPhone.
Berita tentang larangan tersebut mengakibatkan saham Apple kehilangan nilai pasar sekitar 200 miliar dolar AS (Rp3,06 triliun) pekan ini.
(Tribunnews.com/Deni)