Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Kashmir: Perempuan Rohingya Jadi Sasaran Pelaku Perdagangan Manusia

Perempuan pengungsi Rohingya semakin menjadi sasaran para pelaku perdagangan manusia, dengan dijanjikan kehidupan yang lebih baik…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kashmir: Perempuan Rohingya Jadi Sasaran Pelaku Perdagangan Manusia
Deutsche Welle
Kashmir: Perempuan Rohingya Jadi Sasaran Pelaku Perdagangan Manusia 

Pejabat itu mengatakan bahwa perdagangan manusia terus berlanjut meskipun ada tindakan keras dari pemerintah. "Ada banyak uang yang terlibat dalam perdagangan manusia ini. Jaringannya sangat besar," ungkapnya.

Perempuan Rohingya menghadapi ‘berbagai tingkat kerentanan'

Rohingya merupakan kelompok minoritas Muslim yang sebagian besar berasal dari negara bagian Rakhine, Myanmar. Mereka telah menghadapi penganiayaan dan tindakan kekerasan selama puluhan tahun di negara asal mereka.

Sekitar 730.000 warga Rohingnya melarikan diri ke Bangladesh dari Myanmar setelah insiden penumpasan militer Myanmar pada tahun 2017. Mereka bergabung dengan orang-orang lainnya dari gelombang pengungsian sebelumnya.

Banyak dari mereka kini tinggal di gubuk-gubuk bambu dan terpal di kamp padat pengungsi di Cox's Bazar, Bangladesh tenggara.

Tarushikha Sarvesh, asisten profesor di Departemen Studi Perempuan Universitas Muslim Aligarh, mengatakan kepada DW bahwa Rohingya adalah salah satu populasi pengungsi yang paling teraniaya di dunia.

"Hal ini menunjukkan kerentanan mereka terhadap eksploitasi, dan jika dilihat dari sudut pandang dinamika gender, kondisi perempuan Rohingya sangatlah rentan," katanya.

"Pengungsi perempuan Rohingya menanggung beban ekstra karena mereka tidak hanya menjadi pengungsi, tetapi juga sebagai perempuan yang berasal dari komunitas etnis minoritas," tambah Sarvesh. "Dalam kasus perempuan Rohingya, berbagai tingkat kerentanan membuat mereka menjadi sasaran empuk." (kp/hp)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas