Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ada Seruan Pecat Karena Kekejamannya Terhadap Rakyat Gaza, Bagaimana Posisi Benjamin Netanyahu?

Akibat kekejamannya terhadap rakyat Palestina, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu didesak untuk mundur.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ada Seruan Pecat Karena Kekejamannya Terhadap Rakyat Gaza, Bagaimana Posisi Benjamin Netanyahu?
BRENDAN SMIALOWSKI / AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu 

TRIBUNNEWS.COM -- Akibat kekejamannya terhadap rakyat Palestina, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu didesak untuk mundur.

Ada seruan untuk memecat Netanyahu setelah operasi militernya menewaskan 14.000 warga Gaza.

Namun apakah posisi Benjamin Netanyahu tidak aman?

Dalam jajak pendapat di Partai Likud yang dipimpinnya, diprediksi semakin kuat posisinya di Partai Likud.

Baca juga: PM Netanyahu Ajak Elon Musk Tour ke Wilayah Israel Bekas Serangan Hamas

Dalam sebuah jajak pendapat internal, kecil kemungkinan terjadinya kudeta pada dirinya sebagai ketua partai Likud.

Dikutip dari Jerusalem Post, hasil jajak pendapat tersebut menunjukkan kemungkinan kudeta terhadap dirinya terbilang kecil.

Sebanyak 30 persen anggota Likud saja yang menyatakan tidak mendukungnya, sementara 70 persen menyatakan kesetiaannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, dukungan yang diperoleh perdana menteri saat ini di antara para anggota hadir dengan syarat jika perdana menteri mencoba memajukan pemilu, gambarannya mungkin berubah dan ia akan kehilangan pendukungnya.

Survei Lain

Sementara pada jajak pendapat Maariv yang dilakukan hampir seminggu setelah aksi Hamas pada 7 Oktober, menunjukkan Partai Likud tertinggal dari Partai Persatuan Nasional pimpinan Benny Gantz dengan selisih 22 kursi.

Partai-partai oposisi akan memperoleh keunggulan besar atas partai-partai yang berkuasa saat ini, dengan 78 kursi dibandingkan 42 kursi koalisi.

Dua bulan sebelum penyerangan oleh Hamas, jajak pendapat berbeda, yang juga dilakukan oleh Maariv, menghasilkan kesimpulan yang sama bahwa partai Gantz akan memimpin dalam pemilu berikutnya, yang akan berlangsung pada tahun 2026.

Jajak pendapat pada bulan Agustus memang menunjukkan bahwa partai Netanyahu memperoleh lebih banyak kursi dibandingkan jajak pendapat pada bulan Oktober – dengan perkiraan mencapai 27 kursi.

Namun demikian, jajak pendapat tersebut juga menyatakan bahwa partai-partai oposisi akan memiliki keunggulan atas partai-partai koalisi.

Baca juga: Lobi Gencatan Senjata Permanen, Elon Musk Akan Temui PM Benyamin Netanyahu di Israel

Seruan Pemecatan Netanyahu

Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, menyerukan pemecatan terhadap Benjamin Netanyahu.

Oleh Barak, Netanyahu dianggap "tidak layak untuk memimpin Israel".

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas