Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lagi, Israel Paksa Warga Palestina Hancurkan Sendiri Rumah Mereka

Warga Palestina di Kota Sura Baher dipaksa oleh Israel untuk menghancurkan sendiri rumahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Nuryanti
zoom-in Lagi, Israel Paksa Warga Palestina Hancurkan Sendiri Rumah Mereka
AHMAD GHARABLI / AFP
Seorang warga Palestina mengecek puing-puing rumah yang dihancurkan oleh pemerintah Israel di Yerusalem Timur, (10/5/2023). 

TRIBUNNEWS.COM – Seorang warga Palestina di Kota Sura Baher, tenggara Yerusalem, dipaksa oleh Israel untuk menghancurkan sendiri rumahnya.

Warga itu bernama Ayman Awad dan telah menerima permintaan penghancuran itu dari pemerintah kota madya di Yerusalem Barat. Rumah itu disebut dibangun dengan tidak sah.

Media setempat berujar Awad diharuskan menghancurkan rumahnya.

Jika tidak, pemerintah kota akan menghancurkannya dan mewajibkan Awad membayar biaya mahal.

Sebelumnya, Israel juga telah memaksa warga Palestina lainnya untuk menghancurkan sendiri rumah mereka.

Dikutip dari WAFA, kebijakan itu disebut bertujuan untuk membatasi meluasnya permukiman warga Palestina di Yerusalem yang kini diduduki Israel.

Warga Palestina di Yerusalem Timur yang mendapat perintah penghancuran itu terpaksa melakukannya demi menghindari biaya besar yang dikenakan oleh Israel.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka juga mengaku terpaksa mendirikan bangunan tanpa izin karena pemerintah kota madya melakukan diskrimasi terhadap mereka.

Pemerintah Israel disebut menolak mengeluarkan izin dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal.

Baca juga: Media Israel Sebut IDF Buat Kabar Hoaks soal Puluhan Bayi Dipenggal Hamas

Perintahkan penghancuran saat Ramadan

Pada bulan Maret tahun ini yang bertepatan dengan Ramadan, Israel juga meminta penghancuran “bangunan ilegal” di Yerusalem Timur.

Dikutip dari Anadolu Agency, pada tahun-tahun sebelumnya Israel tidak melakukan penghancuran rumah demi menghindari ketegangan dengan warga Palestina.

Warga Palestina menganggap kebijakan penghancuran itu sebagai upaya untuk mengusir mereka dari Yerusalem Timur.

Sementara itu, Israel mengaku menghancurkan rumah-rumah itu karena tidak berizin atau ilegal.

Adapun Israel menduduki Yerusalem Timur saat perang Arab-Israel tahun 1967. Israel mencaplok sepenuhnya wilayah itu tahun 1980.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas