Ledakan di Dekat Kedubes Israel di New Delhi, Polisi Temukan Surat Berisi Ancaman
Sebuah ledakan di dekat Kedutaan Besar Israel di New Delhi pada hari Selasa (26/12/2023).
Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Febri Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah ledakan terjadi di dekat Kedutaan Besar Israel di New Delhi pada hari Selasa (26/12/2023).
Juru bicara Kedutaan Besar Israel Guy Nir mengatakan ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 17.20 waktu setempat.
“Kami dapat mengonfirmasi bahwa sekitar pukul 17.20 terjadi ledakan di dekat kedutaan,” kata juru bicara Kedutaan Besar Israel Guy Nir kepada Reuters.
Polisi Delhi dan petugas pemadam kebakaran menerima telepon tentang ledakan tersebut.
Beberapa tim dilarikan ke tempat kejadian.
Petugas forensik selain detektif sel khusus dan badan investigasi nasional juga tiba di lokasi.
Baca juga: 80 Jenazah Palestina Tiba di Gaza, Beberapa dalam Kondisi Tak Utuh, Israel Diduga Curi Organ Mereka
Juru bicara kepolisian mengatakan ledakan tersebut terdengar keras di belakang Kedutaan Israel.
“Hari ini, pukul 17.53, diterima panggilan PCR yang menyampaikan informasi bahwa terdengar suara keras di belakang kedutaan Israel," katanya.
"Mempertimbangkan sensitivitas lokasi dan menyebutkan jenis suara ledakan, petugas senior bergegas ke lokasi," tambahnya.
Semua tim dari pihak kepolisian Delhi telah dikerahkan.
"Dalam tindak lanjut yang dekat, regu anjing, tim kejahatan dan tim pendeteksi bom dari Kepolisian Delhi mencapai tempat dugaan suara ledakan. Kawasan ditutup dan dilakukan penggeledahan menyeluruh. Penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung," jelasnya.
Dari hasil penyelidikan selama 3 jam, tidak ditemukan adanya korban jiwa, dikutip dari Al Arabiya.
Pihak kepolisian mengatakan telah menemukan surat berisi ancaman.
Surat tersebut ditujukan kepada duta besar Israel di Inida, Naor Gilon.
“Ungkapannya seperti perlawanan terhadap Zionis dan referensi ke Palestina dan Gaza," kata seorang polisi, dikutip dari Times of India.
Menurut kesaksian penjanga kemanan, kejadian tersebut mirip dengan ban pecah.
"Ini terjadi sekitar jam 5 sore. Saya sedang bertugas dan mendengar suara keras, mirip dengan ban pecah. Setelah saya keluar, saya melihat asap keluar dari atas Pohon. Hanya itu yang saya lihat," katanya.
Sementara alat peledak IED saat ini disita dan penyelidik sedang melakukan penyelidikan apakah itu ledakan berintensitas rendah yang dipicu oleh bahan kimia.
Pada tahun 2021, seorang pengebom Iran menggunakan "perangkat tongkat magnet" pada kendaraan diplomat Israel untuk menghasilkan ledakan.
(Tribunnews.com/Farrah Putri)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.