Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

DPR AS Jegal Bantuan Perang 118 Miliar Dolar AS, Ukraina dan Israel 'Amsyong'

Rancangan Undang-Undang pendanaan perang tersebut telah diblokir oleh Partai Republik di Senat AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in DPR AS Jegal Bantuan Perang 118 Miliar Dolar AS, Ukraina dan Israel 'Amsyong'
US Department of Defense
Tank Abrams yang dikirim Pentagon ke Ukraina untuk melawan serangan militer Rusia. DPR AS kini memblokir rencana pemerintah memberi sumbangan ke Kiev. 

TRIBUNNEWS.COM -- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) menjegal rencana bantuan perang untuk Ukraina dan Israel, Rabu (7/2/2024).

Rancangan Undang-Undang pendanaan perang tersebut telah diblokir oleh Partai Republik di Senat AS.

Media The Hill mengabarkan, sebagian besar legislator telah menentang upaya memberikan bantuan untuk perang sebesar 118 miliar dolar AS atau Rp 1.851 triliun (kurs Rp 15.692/dolar AS).

Baca juga: Ucapan Biden Dianggap Ancaman, Jenderal Iran Siap Ladeni Agresi AS: Kami Tidak Takut Perang

Dari paket sebesar itu,sebanyak 60 miliar dolar AS bantuan militer untuk Ukraina dan untuk Israel sebanyak 14 miliar dolar AS atau Rp 219 triliun.

Selain anggota senat dari Partai Republik, beberapa anggota Partai Demokrat juga menelikung. Mereka adalah Ed Markey, Bob Menendez, Alex Padilla dan Elizabeth Warren.

Selain itu Bernie Sanders, seorang anggota independen dari Vermont, bergabung dengan Partai Republik yang menolak mendukung undang-undang tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joe Biden mengatakan bahwa RUU tersebut merupakan kompromi dengan Partai Republik yang menolak memberikan lebih banyak dana untuk Ukraina kecuali presiden menyetujui reformasi keamanan perbatasan dan imigrasi yang komprehensif.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemimpin Partai Republik di Senat, Mitch McConnell, memperingatkan sebelum pemungutan suara bahwa “tidak ada peluang nyata” bahwa RUU tersebut akan disahkan, karena Partai Republik berpendapat bahwa tawaran Biden tidak cukup untuk mengakhiri “krisis perbatasan” secara efektif.

Sementara Republikan lainnya di DPR ngotot menganggap rancangan undang-undang perbatasan tidak boleh dikaitkan dengan bantuan Ukraina.

Baca juga: Joe Biden Sudah Putuskan Respons AS atas Serangan di Yordania, Tak Mau Perang di Timur Tengah Meluas

“Ini adalah hal paling keterlaluan yang pernah saya alami selama 16 tahun saya di Kongres,” kata Senator Chris Murphy kepada NBC News tak lama setelah pemungutan suara.

“Kami telah mengetahui bahwa Trump sepenuhnya bertanggung jawab atas partai tersebut, dan sebaliknya mereka tidak memiliki kendali.”

Murphy mengacu pada penolakan keras mantan presiden Donald Trump terhadap RUU Biden.

Trump, yang akan menjadi kandidat dari Partai Republik untuk menantang Biden dalam pemilihan presiden pada bulan November, menggambarkan kesepakatan yang diusulkan sebagai “perangkap canggih” dan mendesak Partai Republik untuk menentangnya.

Pemungutan suara tersebut terjadi ketika Ukraina sangat membutuhkan dana tambahan menyusul kegagalan serangan balasannya pada tahun 2023 terhadap pasukan Rusia.

Para pejabat di Kiev telah mendesak pemerintah Barat untuk menyediakan lebih banyak amunisi, memperingatkan bahwa Rusia bisa lebih unggul di medan perang.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas