Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anggota Parlemen Australia Sangat Mendukung Kebebasan Pendiri WikiLeaks Julian Assange

Anggota parlemen Australia, berusara agar mengizinkan pendiri WikiLeaks, Julian Assange, untuk kembali ke negara asalnya, Australia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Muhammad Barir

Pada tahun yang sama, WikiLeaks merilis ratusan ribu dokumen AS mengenai perang di Irak dan Afghanistan, serta ribuan kabel diplomatik AS.

Pada tahun 2012, Assange berlindung di Kedutaan Besar Ekuador di London dan meminta suaka setelah kalah dalam perjuangan hukum untuk ekstradisi ke Swedia, di mana ia dituduh melakukan pemerkosaan. Ekuador memberinya suaka tahun itu.

Ekuador mencabut suakanya pada tahun 2019, dan dia diseret keluar dari kedutaan dan ditangkap. Washington secara resmi meminta ekstradisinya pada akhir tahun itu.

Assange telah menjadi simbol kebebasan pers. Banyak pihak di dunia percaya bahwa WikiLeaks mempublikasikan informasi mengenai kejahatan perang adalah demi kepentingan publik dan bahwa Assange dianiaya karena alasan politik.

Pemungutan suara di parlemen federal Australia dilakukan satu minggu menjelang sidang Assange berikutnya di Inggris.

(Sumber: The Cradle)

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas