Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mantan Uskup Australia Christopher Saunders Didakwa Kasus Rudapaksa dan Kekerasan Seksual pada Anak

Saunders dituduh melakukan 2 kali rudapaksa, 14 kali tindak kekerasan seksual, dan 3 kali kepada seorang anak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Mantan Uskup Australia Christopher Saunders Didakwa Kasus Rudapaksa dan Kekerasan Seksual pada Anak
ABC KIMBERLEY/BEN COLLINS
Mantan Uskup Australia, Christopher Saunders didakwa kasus pemerkosaan, kekerasan seksual, dan pencabulan anak, pada Kamis (22/2/2024) 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Uskup Australia, Christopher Saunders, resmi didakwa atas kasus rudapaksa dan sejumlah tindak kejahatan seksual pada Kamis Ini (22/2/2024)

Mengerikannya, beberapa aksi bejat Cristopher Saunders dilakukan kepada anak-anak.

Dikutip Tribunnews dari BBC, pria berusia 74 tahun itu sebelumnya ditangkap di Broome pada hari Rabu (21/2/2024), setelah penyelidikan paralel yang diperintahkan oleh polisi Australia Barat dan pihak Kepausan.

Saunders, yang sebelumnya telah menyangkal tuduhan serupa di masa lalu akhirnya tak bisa berkelit lagi.

Pada penangkapannya kali ini, jaminan yang ia ajukan ditolak dan dirinya dihadirkan di pengadilan pada hari Kamis ini.

Saunders sendiri menjadi salah satu klerus Katolik tertinggi yang dihadapkan pada tuduhan kasus semacam ini.

Dalam dakwaannya, Saunders dituduh melakukan dua kali pemerkosaan, 14 kali tindak kekerasan dan tidak senonoh yang melanggar hukum, dan tiga kali tindakan tidak senonoh terhadap seorang anak.

Rekomendasi Untuk Anda

Dugaan pelanggaran itu terjadi di kota-kota terpencil Australia Barat yaitu Broome, Kununurra, dan komunitas Aborigin Kalumburu antara tahun 2008 dan 2014.

Selain Cardinal George Pell yang telah meninggal dan kemudian dibebaskan, Saunders adalah pejabat Katolik tertinggi di negara itu yang dihadapkan pada tuduhan kejahatan seksual terhadap anak.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis ini, Konferensi Uskup Katolik Australia berjanji untuk bekerja sama dengan polisi, dan mengatakan bahwa tuduhan terhadap Saunders "sangat serius dan sangat mengganggu, terutama bagi korban dan kerabatnya.

"Adalah benar dan tepat, bahkan diperlukan, bahwa semua tuduhan semacam itu diselidiki secara menyeluruh," kata Uskup Agung Perth, Timothy Costelloe.

Baca juga: Anggota Parlemen Australia Sangat Mendukung Kebebasan Pendiri WikiLeaks Julian Assange

Ditahbiskan pertama kali pada tahun 1976, Cristopher Saunders telah menghabiskan sebagian besar kariernya di daerah Kimberley yang terpencil di bagian barat laut Australia, dan ditunjuk sebagai Uskup Broome pada tahun 1996.

Keuskupan itu membentang sekitar 770.000 km persegi dan mencakup beberapa bagian paling terpencil dari negara itu.

Terkenal karena pergaulannya, pekerjaan advokasinya, dan mengantarkan para pemuda dalam perjalanan berkemah dan memancing,

Cristopher Saunders telah lama menjadi figur yang berpengaruh dalam komunitas lokal.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas