Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

AS Akui Kepayahan di Laut Merah, Serangan ke Yaman Justru Bikin Houthi Makin Beringas dan Canggih

AS mengakui serangan terhadap Yaman di Laut Merah tidak efektif dan tidak memberikan hasil yang diinginkan sesuai dengan tujuan Amerika Serikat.

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
zoom-in AS Akui Kepayahan di Laut Merah, Serangan ke Yaman Justru Bikin Houthi Makin Beringas dan Canggih
US CENTRAL COMMAND (CENTCOM) / AFP
Pasukan Komando Pusat AS, bersama Angkatan Bersenjata Inggris melakukan serangan terhadap 36 sasaran Houthi di 13 lokasi di wilayah Yaman 

AS Akui Gagal di Laut Merah, Serangan ke Yaman Justru Bikin Houthi Makin Beringas

TRIBUNNEWS.COM - Pihak Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyadari kalau strategi militer yang digunakan terhadap Angkatan Bersenjata Yaman terafiliasi Houthi terbukti sia-sia, tidak berguna, dan tidak efektif.

Menurut laporan CNN, mengutip para pejabat AS yang mengetahui situasi tersebut, jumlah dan frekuensi serangan terhadap Yaman sebagai respons terhadap penyerangan kapal-kapal Barat di Laut Merah untuk mendukung Gaza tidak memberikan hasil yang diinginkan AS.

Baca juga: Tiga Gebukan Houthi dalam Sehari: Pelabuhan Israel, Kapal Inggris, dan Destroyer AS Diguyur Serangan

Artinya, upaya AS menyerang Yaman lewat serangan udara yang diklaim menyasar fasilitas-fasilitas Houthi, gagal meredam atau sekadar menurunkan tensi blokade Laut Merah, jalur utama pelayaran dunia.

Laporan tersebut merinci kalau agresi AS dan Inggris tersebut justru membuat pasukan Yaman bergerak lebih dalam dan kuat, serta bersembunyi lebih baik.

Baca juga: Media Israel: Semua Pelabuhan Israel Rusak Parah Karena Serangan dari Houthi Yaman di Laut Merah

Mahasiswa yang direkrut ke dalam kelompok pemberontak Huthi Yaman mengangkat senapan otomatis saat mereka mengambil bagian dalam unjuk rasa mendukung Palestina dan melawan AS, Inggris dan Israel di kampus universitas di Sanaa pada 21 Februari 2024, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Gerakan Israel dan Hamas di Gaza.
 (Photo by MOHAMMED HUWAIS / AFP)
Mahasiswa yang direkrut ke dalam kelompok pemberontak Huthi Yaman mengangkat senapan otomatis saat mereka mengambil bagian dalam unjuk rasa mendukung Palestina dan melawan AS, Inggris dan Israel di kampus universitas di Sanaa pada 21 Februari 2024, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Gerakan Israel dan Hamas di Gaza. (Photo by MOHAMMED HUWAIS / AFP) (AFP/MOHAMMED HUWAIS)

Houthi Makin Canggih, AL AS Pun Keteteran

Hal ini terjadi dua hari setelah pemimpin Ansarallah Houthi Yaman, Sayyed Abdul-Malik Badreddine al-Houthi mengatakan dalam pidatonya di televisi kalau Angkatan Bersenjata Yaman telah mengembangkan rudal yang ada di gudang senjata mereka hingga pada titik yang terlalu canggih untuk dicegat oleh pasukan AS.

Baca juga: Pentagon: Houthi Kerahkan Drone Bawah Air di Laut Merah untuk Pertama Kali, Kapal AS dalam Bahaya

"Karena mereka gagal menghalangi mereka (rudal) mencapai kapal mereka. Angkatan Bersenjata Yaman akan terus mendukung rakyat Palestina yang tertindas melalui Laut Merah dan Laut Arab," kata Al-Houthi merujuk perkembangan terbaru di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki.

BERITA REKOMENDASI

Dia menambahkan kalau pendudukan Israel melakukan segala bentuk genosida, pembunuhan, dan kelaparan terhadap rakyat Palestina di Gaza karena Amerika Serikat bersikeras untuk berpartisipasi dalam kejahatan ini.

Partisipasi AS, kata Al-Houthi, dengan cara memberikan senjata kepada pendudukan Israel, sementara sebagian besar dunia diam atau diam, bahkan ada yang sampai mendukung pendudukan Israel.

Baca juga: Rudal Houthi dari Laut Merah Jangkau Kota Eilat Israel, Yaman Dapat Tawaran Besar dari Uni Eropa

Militan Houthi yang didukung Iran kembali menghajar kapal kargo Israel , MSC Silver, di Teluk Aden dekat pintu masuk Laut Merah, hari Selasa (20/2/2024).
Militan Houthi yang didukung Iran kembali menghajar kapal kargo Israel , MSC Silver, di Teluk Aden dekat pintu masuk Laut Merah, hari Selasa (20/2/2024). (Anadolu Agency)

Ketangguhan Angkatan Bersenjata Yaman dan Houthi di Laut Merah ini telah diakui oleh Wakil Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat Brad Cooper yang mengatakan dalam wawancara di acara '60 Minutes' CBS, kalau pertempuran melawan Angkatan Bersenjata Yaman di Laut Merah merupakan salah satu pertempuran laut paling signifikan yang pernah dihadapi AS dalam dekade ini.

“Saya pikir Anda harus kembali ke Perang Dunia II di mana Anda memiliki kapal-kapal yang terlibat dalam pertempuran,” kata Wakil Laksamana Brad Cooper kepada pembawa acara, Norah O’Donnell.

Dia  menambahkan “Ketika saya mengatakan terlibat dalam pertempuran, di mana mereka tertembak, kami tertembak, dan kami membalasnya." Cooper, wakil komandan Komando Pusat AS, memberi tahu O'Donnell bahwa sekitar 7.000 pelaut Angkatan Laut dikerahkan ke Laut Merah.

(oln/cnn/almydn/*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas