Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Populer Internasional: Operasi Janji Setia di Mata Mantan Perwira AS - Profil Brigjen Hajizade

Rangkuman berita populer internasional, di antaranya pandangan operasi Janji Setia Iran di mata mantan perwira Amerika.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Populer Internasional: Operasi Janji Setia di Mata Mantan Perwira AS - Profil Brigjen Hajizade
Kolase Tribunnews
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya pandangan operasi Janji Setia Iran di mata mantan perwira Amerika. 

TRIBUNNEWS.COM - Rangkuman artikel berita populer dunia dapat disimak di sini.

Serangan rudal dan drone Iran terhadap Israel masih menjadi topik panas di kanal Internasional Tribunnews.

Menurut mantan perwira AS, operasi Janji Setia yang dilancarkan Iran, disebut sebagai kemenangan besar.

Brigjen Hajizadeh, adalah tokoh sentral Iran dalam serangan tersebut.

Sementara itu, Israel tidak akan tinggal diam, berencana melakukan serangan balasan.

Selengkapnya, berikut berita populer internasional dalam 24 jam terakahir.

1. Operasi 'Janji Setia' di Mata Eks Perwira AS: Rudal Iran Bisa Tembus Iron Dome, Ini Kemenangan Besar

Pengawal Revolusi Iran Meluncurkan Drone Kamikaze dan Rudal Balistik, menunjukkan ledakan menerangi langit di Hebron dan Tel Aviv selama serangan Iran terhadap Israel. Minggu (14/4/2024). Pengawal Revolusi Iran mengkonfirmasi bahwa serangan pesawat tak berawak dan rudal sedang dilakukan terhadap Israel, sebagai pembalasan atas serangan pesawat tak berawak yang mematikan pada tanggal 1 April di konsulatnya di Damaskus. (Twitter-X / HO)
Pengawal Revolusi Iran Meluncurkan Drone Kamikaze dan Rudal Balistik, menunjukkan ledakan menerangi langit di Hebron dan Tel Aviv selama serangan Iran terhadap Israel. Minggu (14/4/2024). Pengawal Revolusi Iran mengkonfirmasi bahwa serangan pesawat tak berawak dan rudal sedang dilakukan terhadap Israel, sebagai pembalasan atas serangan pesawat tak berawak yang mematikan pada tanggal 1 April di konsulatnya di Damaskus. (Twitter-X / HO)

Hari Minggu dini hari, 14 April 2024, Iran meluncurkan serangan besar-besaran ke Israel dengan nama sandi "Operasi Janji Setia".

BERITA REKOMENDASI

Serangan Iran ini merupakan serangan kombinasi drone, rudal jelajah dan rudal balistik ke sejumlah objek militer di negara yahudi tersebut.

Mantan perwira intelijen Korps Marinir AS, Scott Ritter, menilai serangan balasan Iran terhadap Israel akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu kemenangan terbesar abad ini.

Dalam ulasannya, Scott mengatakan, senjata-senjata Iran mampu menembus sistem pertahanan anti-rudal terintegrasi yang luas: sistem “Iron Dome”, baterai rudal Patriot buatan AS, dan pencegat rudal Arrow dan David’s Sling. Belum lagi pesawat tempur AS, Inggris, dan Israel.

"Lebih dari selusin rudal Iran tetap mampu menghantam lapangan udara dan instalasi pertahanan udara Israel yang sangat dilindungi," ujar inspektur nuklir AS di era Uni Soviet tersebut.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Indonesia Tidak Mengimpor Migas dari Iran

Ia mengingatkan, serangan rudal Iran terhadap Israel tidak terjadi begitu saja, melainkan merupakan pembalasan atas serangan Israel pada tanggal 1 April terhadap Gedung Konsulat Iran, di Damaskus, Suriah, yang menewaskan beberapa komandan senior IRGC.

BACA SELENGKAPNYA >>>

2. PROFIL Brigjen Hajizadeh, Tokoh Sentral dalam Serangan Rudal Iran ke Israel, Loyalis Ali Khamenei

Iran menggunakan kombinasi rudal balistik hingga drone kamikaze dalam serangannya ke Israel, kemarin. Nama Amir Ali Hajizadeh disebut sebagai tokoh sentral dalam operasi tersebut.

Brigadir Jenderal atau Brigjen Amir Ali Hajizadeh adalah komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran atau (IRGC-AF).

Brigjen Hajizadeh memainkan peran penting dalam pengembangan, proliferasi, dan penggunaan program drone dan rudal Iran.

Militer Iran hari ini bertumpu pada kekuatan rudal dan drone-drone mereka: pilihan yang lebih murah dan rasional ketimbang ikut "berlomba" di sektor pesawat tempur maupun kapal-kapal perang bertonase raksasa.

Jika hari ini kapabalitas drone dan rudal Iran mencengangkan banyak pihak, termasuk musuh-musuh mereka, hal itu tak bisa dilepaskan dari peran sentral Brigjen Hajizadeh.

Sejak kematian Qassem Soleimani, mendiang komandan Pasukan Quds IRGC, Hajizadeh telah memimpin IRGC-AF yang lebih aktif dan tegas.

Panjangnya masa jabatan sebagai Komandan IRGC-AF merupakan tanda keyakinan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, terhadap kemampuan pria kelahiran Teheran, 28 Februari 1962.

BACA SELENGKAPNYA >>>

3. Sederet Sistem Pertahanan Udara Iran untuk Lawan Serangan Balasan Israel, Ada S-300 Rusia

Israel diperkirakan akan melancarkan serangan balasan ke Iran dalam waktu dekat.

Wall Street Journal menyebut, perkiraan itu didasarkan pada informasi dari tiga pejabat tinggi di Barat.

Meski serangan balasan itu sudah dekat, Amerika Serikat (AS) yang menjadi sekutu dekat Israel meminta negara Zionis itu untuk untuk mengurungkan niatnya.

“Kami tidak akan ikut serta dalam operasi serangan apa pun terhadap Iran,” kata pejabat AS kepada Wall Street Journal, dikutip dari Times Now News.

Baca juga: Eropa dan AS Desak Israel Tahan Diri usai Serangan Iran, Diminta Menjauh dari Eskalasi Timur Tengah

Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut Timur Tengah kini berada dalam situasi berbahaya.

“Warga kawasan itu menghadapi bahanya nyata konflik berskala penuh. Ini saatnya untuk meredakan [situasi] dan melakukan deeskalasi,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Seperti PBB, Uni Eropa dan Group of Seven (G7) juga mendesak dicegahnya eskalasi di Timur Tengah.

Lalu apa yang dipunyai Iran untuk menghadapi potensi serangan balasan Israel?

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. Israel Senang Merasa Dibantu Negara-negara Arab, Padahal Yordania Hanya Pertahankan Diri Sendiri

Iran meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam, sebagai pembalasan atas serangan di kedutaan besarnya di Damaskus pada awal April.

Sekutu Israel pun turun tangan untuk membantu.

Angkatan udara AS dan Inggris menembak jatuh serangan udara Iran tersebut, DW melaporkan.

Prancis mungkin juga terlibat dalam patroli di kawasan tersebut, meskipun tidak jelas apakah Prancis menembak jatuh proyektil tersebut.

Namun yang mendapat banyak perhatian adalah bahwa angkatan udara Yordania juga turun tangan.

Yordania yang membuka wilayah udaranya bagi pesawat Israel dan AS, tampaknya juga menembak jatuh pesawat tak berawak dari Iran.

Menurut kantor berita Reuters, penduduk Yordania mendengar aktivitas udara yang hebat.

Foto-foto sisa-sisa pesawat tak berawak yang jatuh di selatan Amman, ibu kota Yordania, beredar di media sosial.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas