Israel Salah Langkah, 2 Bulan Atur Strategi Serang Konsulat Iran, Kini Jadi Bumerang
Israel salah langkah, ternyata sudah berniat serang konsulat Iran di Damaskus sejak 2 bulan lalu. Kini keputusan itu jadi bumerang usai dibalas Iran.
Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Garudea Prabawati
Sementara itu, Iran mengancam akan merespon dengan kekuatan yang lebih besar dan dalam waktu singkat jika Israel kembali menyerangnya.
AS dan negara-negara Barat yang mendukung Israel langsung menjatuhkan sanksi yang lebih ketat terhadap Iran, setelah Israel melobi mereka untuk semakin mengucilkan Iran.
Namun, Iran menganggap AS dan sekutunya menerapkan standar ganda untuk melindungi citra Israel.
“Sangat mengejutkan bahwa meskipun beberapa ribu ton bom telah dijatuhkan di Gaza dalam enam bulan, Inggris khawatir Iran akan membela diri setelah serangan brutal Israel terhadap diplomat kami," kata Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, dalam pernyataannya, Senin (15/4/2024) lalu.
Ia juga mengulangi pernyataannya bahwa Iran hanya ingin menghukum Israel, bukan untuk meningkatkan ketegangan di kawasan itu atau berniat perang, seperti diberitakan Arab News.
Hubungan Israel dan Iran
Hubungan Israel dan Iran memburuk setelah revolusi Iran pada tahun 1979 yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomenei.
Revolusi tersebut menumbangkan kekuasaan Syah (Raja) Iran, Mohammad Reza Shah Pahlavi, yang merupakan sekutu Amerika Serikat (AS) dan mitra Israel.
Setelah Iran menerapkan kebijakan anti-Israel, Israel menuduh Iran mendanai front perlawanan seperti Hamas, Jihad Islam Palestina (PIJ), Hizbullah, Houthi di Yaman, kelompok perlawanan Irak, Lebanon, dan Suriah untuk melawan Israel, sebuah tuduhan yang dibantah Iran.
Ketegangan Iran dan Israel baru-baru ini terjadi di tengah perang Israel dan Hamas di Jalur Gaza.
Saat ini, Israel masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza setelah operasi Banjir Al-Aqsa yang diluncurkan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi 33.899 jiwa dan 76.664 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Rabu (17/4/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, dikutip dari Mehr News.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel