Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Kazakhstan Lelang 117 Jet Tempur Rongsok Senilai Rp36,7 M, AS Beli 81 Unit, Belum Tahu untuk Apa

Amerika Serikat baru saja membeli 81 pesawat tempur rongsok era Soviet dari Kazakhstan.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Nuryanti
zoom-in Kazakhstan Lelang 117 Jet Tempur Rongsok Senilai Rp36,7 M, AS Beli 81 Unit, Belum Tahu untuk Apa
Sputnik
Jet tempur MiG-29 

Turunan dari MiG-23, MiG-27 adalah pesawat serang darat dan digunakan dalam konflik seperti Perang Soviet-Afghanistan.

MiG-29 unggul dalam pertempuran udara-ke-udara.

Pesawat jenis ini sering diekspor dan masih digunakan oleh beberapa angkatan udara di dunia.

Sementara itu Su-24, meski usianya sudah tua, tetap beroperasi dengan beberapa angkatan udara, termasuk Angkatan Udara Rusia dan Angkatan Udara Ukraina.

Pesawat tempur Su-30SM Angkatan Udara Kazakh
Pesawat tempur Su-30SM Angkatan Udara Kazakh (Kementerian Pertahanan Kazakhstan)

Kazakhstan sejauh ini sering menjalin hubungan dekat dengan Rusia dan secara historis merupakan salah satu sekutu terkuatnya.

Namun hubungan kedua negara itu berubah sejak Rusia menginvasi Ukraina.

Kazakhstan dinilai lebih bersekutu dengan Barat, sehingga memicu kemarahan sebagian orang di Rusia.

Berita Rekomendasi

The Kyiv Post melaporkan bahwa upaya Kazakhstan untuk meningkatkan kemampuan militernya tampaknya dilatarbelakangi dengan meningkatnya keterlibatan negara-negara Barat, yang menandakan pergeseran dari hubungan historis dengan Moskow.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengunjungi Kazakhstan pada Februari 2023.

Ia mengatakan bahwa AS sangat mendukung kemerdekaan, integritas teritorialnya, menurut AFP.

Beberapa propagandis Rusia, menyarankan agar Rusia beralih ke Kazakhstan setelah invasi mereka ke Ukraina selesai.

Baca juga: Rusia Klaim 100 Tentara Ukraina Terbunuh dalam Pertempuran 24 Jam di Donetsk

Salah satu komentator TV Rusia, Vladimir Solovyov, mengatakan negaranya harus memperhatikan fakta bahwa Kazakhstan adalah masalah berikutnya karena proses Nazi yang sama dapat dimulai di sana seperti di Ukraina.

Sementara itu, perjanjian mengenai perdagangan, pendidikan, lingkungan hidup, dan pasokan mineral mencerminkan hubungan yang semakin erat antara Kazakhstan dan negara-negara Barat dalam menghadapi tantangan geopolitik yang ditimbulkan oleh negara-negara tetangga seperti Rusia, China, Afghanistan, dan Iran.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas