Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Eks-Bos Mossad Serukan Rakyat Israel Turun ke Jalan Gulingkan Netanyahu, Seruan Pemilu Dini Menggema

kemenangan mutlak yang digembar-gemborkan Netanyahu sebagai target perang di Gaza berarti juga tewasnya lebih banyak tentara Israel di pertempuran.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Eks-Bos Mossad Serukan Rakyat Israel Turun ke Jalan Gulingkan Netanyahu, Seruan Pemilu Dini Menggema
khaberni/HO
Seorang wanita berjalan di depan poster pemilu yang memuat gambar Netanyahu (kiri) dan Menteri Dewan Perang Benny Gantz yang mengundurkan diri. 

Eks-Kepala Mossad Serukan Rakyat Israel Turun ke Jalan Gulingkan Netanyahu, Seruan Pemilu Dini Menggema

TRIBUNNEWS.COM - Mantan kepala Mossad, Tamir Pardo, mengatakan kalau Perdana Menteri Benjamin Netanyahu hanya membawa Israel menuju bencana dalam konteks peperangan yang berkepanjangan di Jalur Gaza.

Secara terbuka, Pardo yang pernah menjadi orang nomor satu di badan intelijen Israel itu mengungkapkan kalau kemenangan mutlak yang digembar-gemborkan Netanyahu sebagai target perang di Gaza berarti juga tewasnya lebih banyak tentara Israel di pertempuran.

Baca juga: Iran Turun Tangan, Israel Tebar Intrik di Internal Hizbullah, Mossad Lacak Nasrallah Real Time

"Netanyahu tidak memiliki strategi atau visi masa depan, dan yang ia pedulikan hanyalah tetap berkuasa," kata Pardo dalam pernyataan yang dilaporkan oleh media Ibrani dan dikutip Khaberni, Sabtu (22/6/2024)

 Pardo bahkan menyerukan 'people power', meminta rakyat Israel berdemonstrasi dan turun ke jalan demi menggulingkan Netanyahu.

"Rakyat harus turun ke jalan dan berkata kepada Netanyahu dan pemerintahannya, “Menjauh dari kami”," katanya.

Baca juga: Putus Asa, Komandan Pasukan Elite Brigade Nahal Israel: Terowongan di Rafah Tak Ada Habisnya

Poster Netanyahu
Seorang wanita berjalan di depan poster pemilu yang memuat gambar Netanyahu (kiri) dan Menteri Dewan Perang Benny Gantz yang mengundurkan diri.

Seruan Pemilu Dini Menggema di Israel

Terkait goyahnya pemerintahan Israel saat ini, surat kabar Maariv melaporkan kalau seruan untuk mengadakan pemilihan umum dini di Israel mulai menggema.

Rekomendasi Untuk Anda

Analis urusan politik di surat kabar Israel itu, Anna Brasky, menyebut hal ini tercermin berdasarkan indikator-indikator yang berkembang di pemerintahan koalisi Netanyahu saat ini.

Selain terkait soal langkah taktis di Perang Gaza dan upaya pemulangan sandera, pemerintahan koalisi Netanyahu saat ini juga terbelah gegara kontroversi rancangan Undang-Undang Haredi, wacana wajib Militer bagi kaum Yahudi ultra-Ortodoks di Israel.

Karena krisisi itu, ratusan umat Yahudi ultra-Ortodoks memblokir jalan utama di Tel Aviv, Israel pada Kamis (20/6/2024) sore.

Mereka memprotes rancangan undang-undang wajib militer bagi komunitas Haredi.

Dikutip dari The Times of Israel, Haredi adalah sebutan untuk umat Yahudi ultra-Ortodoks.

Selama ini, pemerintah Israel memberikan sejumlah keistimewaan kepada komunitas tersebut.

Misalnya mendapat kedudukan strategis hingga terbebas dari wajib militer.

Namun setelah perang Gaza pecah, rancangan undang-undang yang mengharuskan Haredi wajib militer dibentuk.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas