Volltexte
Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Mungkinkah Konsep Enam Hari Kerja Selamatkan Ekonomi Yunani?

Yunani mengadopsi jam kerja selama enam hari sepekan untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja dan menggerus sektor informal. Mungkinkah…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mungkinkah Konsep Enam Hari Kerja Selamatkan Ekonomi Yunani?
Deutsche Welle
Mungkinkah Konsep Enam Hari Kerja Selamatkan Ekonomi Yunani? 

Bagi kebanyakan, UU Ketenagakerjaan adalah hal membosankan, kecuali ketika muncul legislasi baru untuk menambah jam kerja menjadi enam hari selama sepekan.

Di Yunani, regulasi baru itu akan mulai berlaku pada tanggal 1 Juli mendatang.

Meski menambah jam kerja per pekan dari 40 menjadi 48 jam, tenaga kerja di Yunani diberikan keleluasaan untuk bekerja lebih, dengan janji mendapat upah yang lebih tinggi.

Aturan ini berlaku bagi pelaku usaha yang menawarkan jasa selama 24 jam, kecuali sektor pariwisata dan makanan.

Legislasi itu tidak hanya diniatkan mempermudah administrasi, melainkan diharapkan bisa mengisi kekosongan di pasar tenaga kerja. Caranya adalah dengan menawarkan insentif seperti pelatihan gratis, untuk "menambah kemampuan dan beradaptasi dengan tuntutan pasar kerja yang berubah-ubah," kata Emmanouil Savoidakis, praktisi hukum perburuhan yang berbasis di Athena.

Yang lebih penting, menurutnya, adalah bahwa "enam hari kerja dalam seminggu tidak berlaku secara universal namun terbatas pada sektor bisnis tertentu."

Membalikkan tren pengurangan jam kerja

Yunani menghadapi banyak tantangan seperti rendahnya upah, tingginya angka pengangguran dan menurunnya jumlah penduduk.

Rekomendasi Untuk Anda

Negeri kepulauan itu bukan satu-satunya negara yang menghadapi tantangan ekonomi. Namun, konsep bekerja lebih banyak terlihat kontras dengan tren mengurangi jam kerja di Eropa.

Perusahaan di beberapa negara seperti Jerman, Belgia, Prancis, Inggris, Spanyol dan Islandia telah bereksperimen dengan pengurangan jam kerja.

Entah dengan konsep empat hari kerja sepekan dengan dengan 10 jam kerja perhari, atau sekadar menyelesaikan 100 persen pekerjaan hanya dalam 80 persen waktu kerja, namun tetap menerima gaji penuh.

Awal tahun ini, perusahaan kereta api nasional Jerman Deutsche Bahn dan serikat masinis kereta sepakat untuk secara bertahap mengurangi standar jam kerja dalam seminggu dari 38 menjadi 35 jam. Tuntutan untuk waktu kerja yang lebih pendek juga muncul di sektor lain.

Pemulihan ekonomi Yunani

Setelah krisis yang melanda, ekonomi Yunani kini kembali mulai pulih dengan mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 2,2 persen tahun ini dan 2,3 persen tahun depan, di atas rata-rata Eropa, menurut Komisi Eropa.

Adapun tingkat pegangguran diprediksi akan terus turun dari 10,3 persen tahun ini menjadi 9,7 persen pada 2025.

Namun selama satu dekade terakhir, Yunani semakin sering ditinggal talenta terbaik ke luar negeri.

Dengan berkurangnya populasi dari 10,7 juta dari 2019 menjadi 10,4 juta pada 2029, masalah kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian, pariwisata dan konstruksi diprediksi akan semakin parah.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas