Volltexte
Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Mungkinkah Konsep Enam Hari Kerja Selamatkan Ekonomi Yunani?

Yunani mengadopsi jam kerja selama enam hari sepekan untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja dan menggerus sektor informal. Mungkinkah…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mungkinkah Konsep Enam Hari Kerja Selamatkan Ekonomi Yunani?
Deutsche Welle
Mungkinkah Konsep Enam Hari Kerja Selamatkan Ekonomi Yunani? 

Menurut riset Organisasi Kerja Sama Pembangunan OECD, Yunani mencatatkan jam kerja paling panjang selama setahun dibandingkan negara anggota lain, termasuk Inggris, Amerika Serikat atau Jerman.

Pengakuan bagi realita ekonomi

Setidaknya, upah minimum untuk pekerja di Yunani telah naik menjadi 830 Euro mulai tanggal 1 April, dari 650 Euro pada tahun 2019. Rata-rata upah bulanan saat ini berada di kisaran 1.250 Euro. Baru-baru ini, kantor perdana menteri di Athena sudah mengumumkan rencana untuk meningkatkan upah minimal hingga 1.500 Euro/bulan pada tahun 2027.

Tapi kenaikan upah tidak sebanding dengan inflasi tinggi yang memaksa banyak warga melakoni dua pekerjaan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan hidup, kata Jens Bastian dari Institut Urusan Internasional dan Keamanan Jerman di Berlin.

Menurutnya, peraturan baru ini hanya "menyesuaikan konteks hukum dengan kenyataan yang ada di pasar tenaga kerja Yunani selama bertahun-tahun,” kata dia. Artinya, saat ini pun sudah ada banyak orang yang bekerja lebih dari lima hari sepekan.

Bekerja lebih lama dapat "meningkatkan pajak penghasilan pribadi dan jaminan sosial yang lebih tinggi, sehingga menetralkan potensi kenaikan upah dengan bekerja lebih lama," kata Bastian kepada DW.

Perubahan struktural

Di Yunani, tidak sedikit buruh yang belum bergabung di dalam serikat pekerja, khususnya di perusahaan kecil dan menengah. "Mempertahankan pekerjaan mungkin merupakan insentif yang lebih besar dibandingkan menolak bekerja lebih lama atas desakan atasan,” imbuhnya lagi.

Emmanouil Savoidakis dari firma hukum Politis & Partners di Athena mengatakan, beberapa klien korporasi tertarik untuk mengimplementasikan enam hari kerja dalam seminggu, "untuk meningkatkan kapasitas operasional dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan, khususnya perusahaan yang menghadapi kekurangan tenaga kerja dan kebutuhan musiman yang tinggi."

Rekomendasi Untuk Anda

Dia bisa melihat keunggulan konsep enam hari kerja pada sektor usaha dengan beban kerja yang berfluktuasi seperti ritel, manufaktur dan layanan kesehatan.

Namun sebagian besar kebijakan baru di Yunani hanyalah perbaikan jangka pendek, kata Bastian. Enam hari kerja dalam seminggu tidak dapat menyelesaikan masalah ekonomi yang lebih luas, lanjutnya. Jam kerja yang lebih panjang tidak akan mengakhiri tren berkurangnya tenaga kerja.

Yunani sebaliknya dinilai perlu melakukan perubahan struktural, yang mencakup "insentif seperti jalur karir yang layak, kesempatan yang setara dan upah yang lebih tinggi dan mencerminkan keahlian profesional,” kata Bastian.

"Dalam hal ini, Yunani memiliki jalan yang panjang dan berliku untuk dapat mengejar ketertinggalannya dibandingkan sebagian besar negara lain di Eropa. Bekerja dengan jam kerja yang lebih panjang dan hari Sabtu sama saja dengan mengambil jalan ke arah yang berlawanan,” tutupnya.

rzn/hp

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas