Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Lonjakan Ongkos Kirim Hantui Perdagangan Global

Krisis keamanan di Laut Merah dan rendahnya muka air di Terusan Panama mencuatkan ongkos pengiriman laut dan menghambat perdagangan…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Lonjakan Ongkos Kirim Hantui Perdagangan Global
Deutsche Welle
Lonjakan Ongkos Kirim Hantui Perdagangan Global 

"Selain masalah keamanan, perdagangan global saat ini juga terhambat oleh rendahnya muka air di Terusan Panama yang membatasi kapal-kapal besar," tambah Hoffmann.

Akibatnya, pengiriman barang ke Asia Timur melintasi benua Amerika belakangan mulai menggunakan "jembatan darat," yakni dengan kereta api atau truk kontainer dari pesisir barat menuju pesisir timur.

Karena pengiriman berskala besar seperti gandum atau gas alam cair tidak layak secara ekonomi, perusahaan kapal kini memilih "rute alternatif di sekitar Cape Horn,” di ujung selatan benua Amerika.

Setidaknya, Simon MacAdam melihat ada titik terang pulihnya Terusan Panama. Ketinggian air telah "sedikit pulih” dalam beberapa bulan terakhir, katanya kepada DW. Selain itu, fenomena cuaca La Nina akan "segera meringankan situasi kekeringan," dengan curah hujan yang tinggi, tambahnya.

Naiknya muka air serta merta akan menambah frekuensi keluar masuk kapal kontainer.

Laut Merah membara

Menurut Bloomberg, sekitar 70 persen perdagangan di Laut Merah saat ini masih menghindari Terusen Suez dan berlayar melintasi Afrika.

Simon MacAdam percaya bahwa krisis yang berkepanjangan dapat membebani perusahaan pelayaran dan semakin meningkatkan tarif angkutan secara signifikan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pembuatan kapal membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan 90 persen kapal kontainer baru dibuat di Cina. Kapasitas yang lebih tinggi tidak dapat dicapai dalam semalam,” kata pakar Capital Economics tersebut kepada DW, seraya memperingatkan bahwa krisis di industri ini bisa menjadi "lebih buruk lagi.”

rzn/as

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas