Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Baju Donald Trump Berlubang Diduga Peluru Mengenai Dada, Benarkah Selamat Berkat Rompi Antipeluru?

Donald Trump diduga tertembak di dada tapi tak tembus karena diselamatkan baju Antipeluru? Sinyalemen itu banyak diutarakan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Baju Donald Trump Berlubang Diduga Peluru Mengenai Dada, Benarkah Selamat Berkat Rompi Antipeluru?
Foto X
Gambar di sebelah kiri disebarkan oleh banyak akun media sosial sebagai bukti bahwa Trump tertembak di dada. 

Pelaku Tak Jago

Thomas Matthew Crooks, 20 tahun, merupakan pelaku penembakan terhadap Trump saat kampanye pemilihan Presiden AS di Butler, Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024) waktu setempat.

Donald Trump berbicara di podium saat terjadi penembakan.

Mantan Presiden AS itu menutup telinga kanannya ketika sebuah peluru menyerempetnya sebelum agen rahasia menjatuhkannya ke tanah.

Beberapa menit kemudian, Trump berdiri dan memerintahkan tim keamanannya menunggu untuk menilai situasi dan mengangkat tinjunya, menyemangati massa yang ketakutan.

Motif pelaku pembunuhan belum diketahui.

Bill Pickle, mantan agen Dinas Rahasia yang bertugas mengawal Wakil Presiden AS Al Gore (1993–2001) mengatakan Tim Dinas Rahasia yang bertugas mengawal Trump harusnya bisa mendeteksi tersangka penembakan lebih awal.

Rekomendasi Untuk Anda

Pickle mengatakan salah satu masalah utama bagi penyelidik adalah mencari tahu bagaimana penembak bisa naik ke atap gedung tanpa diketahui pihak berwenang.

“Pertanyaannya yang masih tersisa adalah mengapa atap ini tidak diamankan dan apakah ada agen atau penegak hukum di sana yang memeriksa identifikasi [orang yang masuk dan keluar gedung]?” tambah Pickle.

“Bagaimana anak ini [tersangka] bisa sampai ke atap?” kata Pickle.

“Dia merangkak rendah ke atap dengan tangan dan lutut dan mendorong senjatanya ke depan seperti di militer.”

Dinas Rahasia AS Disidang

Secret Service atau Dinas Rahasia AS bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS yang bertugas mengawal Donald Trump kini menjadi sorotan.

Hal ini lantaran seorang pria bersenjata berhasil mengelabuhi Secret Service yang bertugas mengamankan area Trump berkampanye.

Secret Service diketahui kecolongan pada kejadian Donald Trump ditembak.

Seiring dengan hal itu, DPR AS yang didominasi suara terbanyak Partai Rebulik bakal memanggil pejabat dari Dinas Rahasia, Departemen Keamanan Dalam Negeri hingga FBI dalam sidang.

Mereka yang diundang dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan pengamanan melekat yang diperoleh Trump sebagai mantan presiden AS.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas