Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Surat Penangkapan Netanyahu dan Gallant dari ICC akan Keluar dalam Waktu 2 Minggu

ICC diperkirakan akan mengeluarkan surat perintah pengkapan untuk PM Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant dalam 2 minggu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Surat Penangkapan Netanyahu dan Gallant dari ICC akan Keluar dalam Waktu 2 Minggu
Kolase Tribunnews/X/Twitter
PM Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant 

TRIBUNNEWS.COM - Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) diperkirakan akan mengeluarkan surat perintah pengkapan untuk PM Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant dalam waktu 2 minggu.

Hal tersebut diungkapkan oleh pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya melalui media Israel, Channel 14.

Ia mengatakan perkiraan waktu tersebut mungkin saja bisa terjadi.

Mengingat Netanyahu pernah mengatakan bahwa surat perintah penangkapan dikeluarkan sebelum pidatonya di depan Kongres AS.

Di mana dirinya dijadwalkan berpidato di Kongres AS pada 24 Juli 2024.

Namun Israel mengatakan pihaknya telah membuat perjanjian tidak resmi dengan pemerintahan Inggris terkait surat penangkapan Netanyahu dan Gallant.

Dalam perjanjian tersebut, Inggris akan berusaha menunda proses penerbitan surat perintah penangkapan sebagai imbalan atas akses ke kondisi tahanan Palestina, dikutip dari The New Arab.

Rekomendasi Untuk Anda

Perjanjian itu diharapkan dapat meredakan ketegangan di Gaza.

Pada 10 Juni 2024, mantan Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak mengajukan gugat ke ICC atas masalah tersebut.

Namun pemerintahan Buruh baru Keir Starmer mengatakan akan membatalkan pengajuan tersebut.

Hal tersebut juga sesuai dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy.

Ia mengatakan bahwa Inggris tidak akan keberatan dengan surat penangkapan Netanyahu dan Gallant.

Baca juga: Netanyahu Tolak Pendirian Rumah Sakit Lapangan untuk Anak-anak di Gaza di Tengah Perang Israel

Akan tetapi, surat kabar Israel Maariv mengatakan bahwa Lammy telah memberikan jaminan kepada Israel bahwa Inggris akan mempertahankan penolakannya terhadap aplikasi tersebut.

Sumber Eropa juga mengatakan Inggris tidak akan menarik gugatan tersebut lantaran tidak ingin memperburuk hubungan dengan Tel Aviv.

Sebelumnya, Jaksa ICC Karim Khan pada tanggal 20 Mei 2024 meminta surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas