Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

3 Gambaran Hubungan dalam Kesepakatan Hamas dan Fatah, Berdamai setelah Hampir Dua Dekade Bersiteru

Keduanya mulai berselisih keras pada tahun 2005 lalu setelah Fatah menolak untuk bergabung dengan pemerintahan Palestina yang kala itu dibentuk Hamas

Penulis: tribunsolo
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in 3 Gambaran Hubungan dalam Kesepakatan Hamas dan Fatah, Berdamai setelah Hampir Dua Dekade Bersiteru
Pedro Pardo/AFP
Mahmoud al-Aloul, wakil ketua Komite Sentral Fatah (kiri), Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi (tengah), dan Mousa Abu Marzouk, anggota senior Hamas, menghadiri perundinga ndi Wisma Negara Diaoyutai di Beijing. 

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya juga menolak Hamas dalam pemerintahan Palestina, kecuali jika mereka telah mengakui Israel.

Persoalan mengenai pemimpin Gaza setelah perang memang menjadi salah satu masalah sulit yang belum terselesaikan dalam negosiasi di Kairo.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, tidak ingin Otoritas Palestina ikut serta dalam pengelolaan Gaza di masa mendatang.

“Saya tidak siap berpindah dari Hamastan ke Fatahstan,” Netanyahu mengumumkan pada bulan April.

Pemerintahan Netanyahu dan parlemen Israel telah menolak pembentukan negara Palestina .

Beijing menjadi Perantara

Kesepakatan yang dicapai tersebut tidak terlepas dari peran Beijing.

Dalam kesepakatan tersebut, Pemerintah Cina memposisikan dirinya sebagai mediator, meski tidak menjadi bagian dari perundingan perdamaian resmi antara Israel dan Hamas.

Berita Rekomendasi

Langkah tersebut secara luas dipandang sebagai bagian dari upaya Xi Jinping untuk meningkatkan status global Beijing yang bertindak sebagai penyeimbang pengaruh Barat.

Sebelumnya, deklarasi tersebut bertujuan untuk membentuk pemerintahan persatuan demi mempertahankan kontrol Palestina atas Gaza.

Dilansir Al Jazeera, deklarasi tersebut dicapai dalam tiga hari perundingan intensif di Cina yang ditandatangani Hamas dan Fatah, serta 12 kelompok Palestina lainnya.

(mg/mardliyyah)

*Penulis adalah peserta magang dari Universitas Sebelas Maret (UNS)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas