Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Bantah Terlibat dalam Pembunuhan Bos Hamas Ismail Haniyeh di Iran, Blinken: Tak Tahu

Amerika Serikat mengklaim tak terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, di Iran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in AS Bantah Terlibat dalam Pembunuhan Bos Hamas Ismail Haniyeh di Iran, Blinken: Tak Tahu
Tribunnews
Kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh. 

Al Arabiya dan Al Hadath melaporkan Haniyeh dibunuh pada pukul 02.00 waktu setempat saat sedang tidur.

Pembunuhan itu dilakukan dengan rudal yang mengarah langsung ke tubuh Haniyeh. Pengawal Haniyeh juga dilaporkan tewas.

Haniyeh berada di Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran Masoud Pezehkian.

Hamas bersumpah akan membalas serangan Israel yang menewaskan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran, Iran.

Anggota biro politik Hamas, Musa Abu Marzouk, mengatakan pembunuhan Haniyeh adalah tindakan pengecut. Kata dia, Hamas akan membalas tindakan itu.

“Dengan belasungkawa bagi negara Palestina yang heroik dan negara Islam ini dan para pejuang di Front Perlawanan, dan negara Iran yang terhormat, pagi ini (Rabu) kediaman Dr. Ismail Haniyeh, kepala biro politik Perlawanan Islam Hamas, diserang di Teheran, dan setelah peristiwa ini, dia dan salah satu pengawalnya mati syahid,” demikian pernyataan Hamas dikutip dari Mehr News.

Baca juga: Haniyeh Tewas, Israel Juga Membunuh Komandan Palestina Wadie Haddad dengan Pasta Gigi di Tahun 1978

Seperti Hamas, Iran juga bersumpah akan membalas Israel atas kematian Haniyeh.

Rekomendasi Untuk Anda

Iran mengatakan akan bertanggung jawab karena peristiwa itu terjadi di wilayah kedaulatannya.

"Penjahat dan teroris Zionis membunuh tamu terkasih kita di rumah dan membuat kita sedih, tetapi hal itu juga membuka jalan bagi hukuman keras terhadap dirinya," kata Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Sementara itu, Qatar mengecam pembunuhan Haniyeh. Negara itu menjadi salah satu juru penengah dalam perundingan Hamas-Israel.

Menurut Qatar, pembunuhan Haniyeh adalah "kejahatan mengerikan dan eskalasi berbahaya".

(Tribunnews/Febri)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas