Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bertepatan dengan Pemakaman Haniyeh di Doha, Hamas Serukan Jumat Ini jadi Hari Kemarahan

Hamas mengatakan ditetapkannya hari Jumat (2/8/2024) ini sebagai 'Hari Kemarahan' merupakan bentuk protes atas pembunuhan Ismail Haniyeh oleh Israel.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Bertepatan dengan Pemakaman Haniyeh di Doha, Hamas Serukan Jumat Ini jadi Hari Kemarahan
Tangkapan Layar Video X/Twitter
Jenazah Ismail Haniyeh telah tiba di Doha, Qatar Jumat (2/8/2024). Kelompok militan Palestina Hamas menyerukan hari Jumat (2/8/2024) ini sebagai 'Hari Kemarahan' bertepatan dengan pemakaman pemimpinnya yang terbunuh, Ismail Haniyeh di Qatar. 

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok militan Palestina Hamas menyerukan hari Jumat (2/8/2024) ini sebagai 'Hari Kemarahan' bertepatan dengan pemakaman pemimpinnya yang terbunuh, Ismail Haniyeh di Qatar.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan ditetapkannya hari ini sebagai 'Hari Kemarahan' merupakan bentuk protes atas pembunuhan kepala biro politiknya, Ismail Haniyeh oleh Israel.

Hamas akan menggelar aksi protes 'Hari Kemarahan' setelah Sholat Jumat.

"Biarkan pawai kemarahan yang menggelegar dimulai dari setiap masjid setelah salat Jumat," kata Hamas, dikutip dari Arab News.

Aksi protes ini akan digelar di setiap masjid di Gaza.

"Unjuk rasa kemarahan besar-besaran dari setiap masjid, mengecam pembunuhan pengecut tersebut, mengutuk genosida yang sedang berlangsung terhadap rakyat kami di Jalur Gaza, dan membela tanah kami, al-Quds, dan Masjid al-Aqsa yang diberkahi," jelas Hamas, dikutip dari Al Mayadeen.

Seruan ini muncul setelah pejuang Palestina ini melaksanakan shalat ghoib.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah salat Jumat, Haniyeh dijadwalkan dimakamkan di Qatar.

Sebelum dimakamkan di Qatar, sempat dilakukan upacara pemakaman Haniyeh di Teheran pada hari Kamis (1/8/2024).

Juru bicara parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf membuka upacara pemakaman Haniyeh dengan memberikan pidato.

Menurut Ghalibaf, Haniyeh merupakan orang yang bijak.

Ia juga mengatakan bahwa peran Haniyeh selama hidupnya sudah mewakili rakyat Palestina.

Baca juga: Biden Mulai Cemas, Pembunuhan Ismail Haniyeh Tak Membantu Mencapai Gencatan Senjata di Gaza

“Martir Ismail Haniyeh adalah suara rakyat Palestina di seluruh dunia. Ia bukan hanya seorang pemimpin. Ia adalah orang bijak," katanya, dikutip dari Al Jazerra.

Ghalibaf menambahkan bahwa pembunuhan Haniyeh di Teheran tidak akan dibiarkan begitu saja.

“Balasan kami akan ada di sana. Di waktu dan tempat yang tepat. Sulit bagi kami untuk membiarkan tamu kami menjadi sasaran dan dibunuh di tanah kami,” katanya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas