Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Mengapa kemenangan Imane Khelif di Olimpiade Paris 2024 kontroversial?

ertarungan antara Khelif dan Carini – yang meninggalkan pertandingkan saat baru berjalan 46 detik – membuat beberapa orang mengkritik…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mengapa kemenangan Imane Khelif di Olimpiade Paris 2024 kontroversial?
BBC Indonesia
Mengapa kemenangan Imane Khelif di Olimpiade Paris 2024 kontroversial? 

Khelif, 25, telah menekuni tinju selama delapan tahun.

Petinju asal Aljazair ini memulai debutnya di ring tinju amatir dunia pada usia 19 tahun, ketika ia berada di urutan ke-17 di Kejuaraan Dunia 2018.

Setahun kemudian, Khelif menduduki peringkat ke-19 di Kejuaraan Tinju Dunia Perempuan 2019.

Dia melakukan debut Olimpiade-nya pada Olimpiade 2020 di Tokyo. Bertarung di kategori ringan 60kg, Khelif dikalahkan 5-0 di babak perempat final oleh peraih medali emas asal Irlandia, Kellie Harrington.

Dia kemudian menjadi petinju Aljazair pertama yang memperoleh medali Kejuaraan Dunia, dengan meraih medali perak pada tahun 2022 setelah kalah di final dari petinju Irlandia Amy Broadhurst, yang sekarang mewakili Inggris.

Setelah itu, Khelif memenangkan Kejuaraan Afrika 2022 dan Pertandingan Mediterania 2022.

Pada 2023, ia meraih medali emas di Arab Games di kategori 66kg dan mendapatkan tempatnya di Olimpiade 2024 dengan mengalahkan Alcinda Panguana dari Mozambik di final turnamen kualifikasi Olimpiade Afrika di Senegal.

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga saat ini, Khelif telah bertarung sebanyak 51 kali dalam karirnya, memenangkan 42 pertarungan dan kalah sembilan kali. Enam dari kemenangan tersebut diraih melalui KO.

Kenapa kemenangan Khelif melawan Carini kontroversial?

Kemenangan Khelif menuai kontroversi dan kritikan sejumlah pihak, setelah Carini menyerah hanya dalam waktu 46 detik.

Carini, yang mengatakan dia harus “menyelamatkan nyawanya” setelah pertarungan yang ditinggalkannya, telah meminta maaf kepada lawannya.

Kritik sebagian besar bermula dari diskualifikasi Khelif pada Kejuaraan Dunia 2023 di New Delhi, India.

Dia gagal dalam tes kelayakan gender yang dilakukan oleh Asosiasi Tinju Internasional (IBA) beberapa jam sebelum perebutan medali emas melawan Yang Liu dari China.

Pemain asal Aljazair ini awalnya mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga, namun kemudian membatalkan bandingnya.

IBA yang dipimpin Rusia mengatakan Khelif "gagal memenuhi kriteria kelayakan untuk berpartisipasi dalam kompetisi perempuan sebagaimana diatur dan tercantum dalam peraturan IBA."

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas