Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Mengapa kemenangan Imane Khelif di Olimpiade Paris 2024 kontroversial?

ertarungan antara Khelif dan Carini – yang meninggalkan pertandingkan saat baru berjalan 46 detik – membuat beberapa orang mengkritik…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mengapa kemenangan Imane Khelif di Olimpiade Paris 2024 kontroversial?
BBC Indonesia
Mengapa kemenangan Imane Khelif di Olimpiade Paris 2024 kontroversial? 

IOC mengatakan pihaknya “mendukung partisipasi setiap atlet yang telah lolos dan memenuhi kriteria kelayakan untuk berkompetisi di Olimpiade sebagaimana ditetapkan oleh IF (Federasi Internasional) mereka.

IOC tidak akan mendiskriminasi atlet yang telah lolos melalui IF mereka, berdasarkan identitas gender dan/atau karakteristik jenis kelamin mereka.”

Pengujian apa yang dilakukan dalam tinju?

Pada 2019, IOC mendelegasikan tanggung jawab organisasi dan pengelolaan pengendalian doping di Olimpiade kepada Badan Pengujian Internasional (ITA).

IOC mengatakan mereka menempuh "kebijakan tanpa toleransi" kepada siapa pun yang kedapatan menggunakan atau menyediakan produk doping.

Tes itu termasuk, namun tidak dikecualikan, menentukan kadar testosteron seorang atlet.

“Ada banyak perempuan dengan kadar testosteron lebih tinggi dibandingkan laki-laki,” kata kepala eksekutif IBA Roberts.

"Jadi gagasan bahwa tes testosteron adalah solusi sederhana sebenarnya tidak benar."

Apakah ini perdebatan tentang transgender?

Rekomendasi Untuk Anda

Tidak.

Tidak ada indikasi bahwa Khelif mengidentifikasi dirinya sebagai transgender atau interseks.

Apa reaksi tentang pertandingan Khelif dan Calini?

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni: “Sangatlah penting untuk dapat bersaing atas dasar kesetaraan dan, dari sudut pandang saya, ini bukanlah persaingan yang seimbang.”

Steve Bunce, komentator 5Live: "Saya pikir hal ini telah merugikan tinju Olimpiade pada saat yang genting di mana masa depannya masih dibicarakan. Ini benar-benar bencana."

Chris Roberts, CEO IBA: "Jika Anda memiliki seorang petinju yang kekuatannya jauh melebihi petinju lainnya berdasarkan kriteria kelayakan dan pengujian, itu menunjukkan bahwa petinju tersebut tidak layak untuk masuk dalam kategori kompetisi perempuan."

Mark Adams, juru bicara IOC: “Saya mendesak kita untuk mencoba menghilangkan perang budaya dan benar-benar mengatasi masalah ini dan memikirkan orang-orang yang terkena dampaknya serta dampak nyata yang diakibatkan oleh misinformasi."

Lisa Nandy, Sekretaris Negara untuk Kebudayaan, Media dan Olahraga: "Itu adalah tontonan yang sangat tidak mengenakkan yang berlangsung selama 46 detik dan saya tahu ada banyak kekhawatiran di kalangan atlet perempuan tentang apakah kita mendapatkan keseimbangan yang tepat tidak hanya di bidang tinju tetapi juga olahraga lainnya."

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 4/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas