Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Mahasiswa Jadi Penasehat Termuda dalam Pemerintahan Transisi Bangladesh

Koordinator aksi protes mahasiswa, Nahid Islam dan Asif Mahmud dilantik sebagai penasehat pemerintahan transisi Bangladesh, janji pulihkan demokrasi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: tribunsolo
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Dua Mahasiswa Jadi Penasehat Termuda dalam Pemerintahan Transisi Bangladesh
via Daily Sun
Md Nahid Islam dan Asif Mahmud Shojib Bhuiyan 

Pria yang telah menyelesaikan pendidikan menengah atasnya di Government Science College itu juga menyoroti peran pemerintah transisi dalam menanggapi keinginan rakyat.

"Pemerintah akan bergerak ke arah yang diinginkan masyarakat. Selama negara ini berada di tangan anak mudanya, negara ini tidak akan kehilangan arah," tuturnya.

Sebelumnya, pemerintahan transisi Bangladesh dibentuk dan dilantik setelah mundurnya Sheikh Hasina dari jabatan perdana menteri pada Senin (5/8/2024).

Pengunduran diri Hasina sebagai hasil dari aksi protes yang dilakukan mahasiswa yang sebelumnya menuntutnya turun dari jabatan karena tindakan kerasnya terhadap demonstran.

Aksi protes yang menewaskan setidaknya 400 orang itu awalnya menuntut dihapusnya kuota 30 persen dalam pekerjaan pemerintah untuk anggota keluarga pejuang kemerdekaan dan veteran dari Perang Kemerdekaan Bangladesh tahun 1971.

Kuota tersebut kemudian dikurangi oleh Mahkamah Agung negara tersebut, tetapi penanganan protes oleh Hasina dan dugaan penggunaan label yang menyinggung bagi para pengunjuk rasa membuat mahasiswa marah.

Dilansir NDTV, protes terus berlanjut dengan para mahasiswa menuntut agar Hasina mundur dan bentrokan antara agitator dan polisi menyebabkan lebih dari 100 orang tewas dan puluhan lainnya terluka di seluruh negeri pada Minggu (4/8/2024).

Rekomendasi Untuk Anda

Hingga kini, kekerasan terus berlanjut di beberapa tempat bahkan setelah Hasina mengundurkan diri dan ada laporan tentang kelompok minoritas, termasuk umat Hindu, yang menjadi sasaran.

(mg/Mardliyyah)

Penulis adalah peserta magang dari Universitas Sebelas Maret (UNS)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas