Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tel Aviv Israel Bak Kota Mati, Kini Sepi Bersiap Hadapi Serangan Iran

Penduduk dan pemilik bisnis bergulat dengan ketakutan dan ketidakpastian karena ancaman pembalasan serangan dari militer Iran.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Tel Aviv Israel Bak Kota Mati, Kini Sepi Bersiap Hadapi Serangan Iran
AFP
Papan reklame di Tel Aviv memajang potret pemimpin Hamas Mohammed Deif, kanan, dan Ismail Haniyeh dengan tulisan "dibunuh" dalam bahasa Ibrani. Haniyeh dibunuh di Teheran minggu ini sementara Israel mengatakan telah membunuh Deif di Gaza pada 13 Juli 2024. 

Oshra Lerer-Shaib dari Ashdod, sebuah kota di pesisir Israel, 35 kilometer di utara Gaza, mengatakan keluarganya telah bersiap sejak serangan Hamas tahun lalu.

"Sejak 7 Oktober, ruang aman kami telah dilengkapi dengan cadangan makanan dan air untuk berjaga-jaga jika kami harus berlindung selama tiga atau empat hari," tuturnya.

Menurut Lerer-Shaib, yang lebih mengkhawatirkan bukan prospek serangan Iran, tetapi kekecewaan terhadap pemerintahan sendiri.

"Saya pernah merasa bahwa hanya jika saya diculik, negara akan melakukan segalanya untuk memulangkan saya kembali," katanya dikutip dari DW.

Selain menyiapkan generator dan makanan serta air untuk berjaga-jaga jika terjadi serangan, Rozner mengatakan keluarganya juga bersiap menghadapi kemungkinan harus meninggalkan rumah mereka di Dataran Tinggi Golan dalam waktu singkat.

Namun persiapan seperti itu tidak terbatas pada situasi saat ini.

"Jika saya harus membuat persiapan khusus setiap kali ada ancaman nyata, saya pasti bangkrut," kata Rozner dengan nada sarkastis.

Ancaman Iran Tak Berhenti

Rekomendasi Untuk Anda

Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, beserta pejabat tinggi Iran sebelumnya telah menegaskan akan mengirim tindakan balasan ke Israel atas pembunuhan Kepala Politbiro Hamas Ismail Haniyeh.

Eks pemimpin Hamas itu diduga dibunuh Israel di Teheran saat menjadi tamu negara Iran.

Negara-negara Barat berusaha membujuk Iran agar tidak menyerang Israel menyusul pembunuhan Haniyeh.

Pada Selasa (13/8/2024), Presiden AS Joe Biden menyebut gencatan senjata di Gaza kemungkinan bisa membuat Iran menangguhkan serangan ke Israel.

Hal tersebut disampaikan Biden ketika berkunjung ke New Orleans.

“Kita akan lihat apa yang dilakukan Iran dan apa yang terjadi jika ada serangan. Tapi saya tidak akan menyerah,” kata Biden.

IDF dalam posisi siaga penuh karena Amerika Serikat (AS) dan Israel memiliki ekspektasi yang sama bahwa Iran dapat melancarkan serangan besar terhadap Israel minggu ini.

"Kami memiliki kekhawatiran dan harapan yang sama dengan rekan-rekan kami di Israel terkait dengan kemungkinan waktu di sini. Bisa jadi minggu ini," kata Juru Bicara Gedung Putih John Kirby kepada wartawan dikutip dari Times of Israel, Selasa (13/8/2024).

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas