Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bukannya Melawan Hamas, Tentara IDF Malah Curi Banyak Senjata di Markas Militer Israel di Gaza

Anggota Pasukan Pertahanan Israel ditangkap karena diduga mencuri banyak amunisi di markas militer Israel di Gaza.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Nuryanti
zoom-in Bukannya Melawan Hamas, Tentara IDF Malah Curi Banyak Senjata di Markas Militer Israel di Gaza
Jpost
Senjata-senjata ditemukan di rumah tentara Israel saat penggeledahan. 

TRIBUNNEWS.COM – Seorang personel Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ditangkap karena diduga mencuri banyak amunisi di markas militer Israel di Jalur Gaza.

Sejumlah senjata yang dicuri di antaranya granat kejut dan ribuan peluru berkaliber 5,56 mm dan 9 mm.

Di samping itu, ada pula bom pipa, rompi, helm tentara, dan perlengkapan tempur lainnya.

Maariv melaporkan operasi penangkapan terhadap tentara itu dilakukan oleh polisi Israel dan Shin Beth (Dinas Keamanan Israel).

Rumah tentara yang berasal dari daerah Binyamin itu digeledah. Di sana ditemukan banyak senjata.

Senjata itu diduga berasal dari markas militer yang berada di Jalur Gaza.

Tentara itu beserta senjata curiannya dibawa oleh polisi militer untuk penyelidikan lebih lanjut.

Bukan pertama kalinya

Rekomendasi Untuk Anda

Kasus pencurian senjata tentara Israel juga pernah terjadi tahun lalu, tepatnya pada bulan Juni 2023.

Kala itu Shin Beth menangkap dua warga Israel yang mencuri ribuan peluru dari pangkalan militer Tze’elim.

Nasib sial menimpa kedua pencuri itu karena mereka ditangkap dalam waktu kurang dari 24 jam setelah melancarkan aksinya.

Baca juga: Media Israel: Enam Sandera yang Jasadnya Ditemukan, Mati Lemas Karena Gas Serangan IDF di Terowongan

Menurut sumber militer, keduanya bisa masuk ke dalam pangkalan dan bergerak menuju bunker yang berisi banyak amunisi.

Mereka bisa mencurinya meski keamanan pangkalan itu diperketat.

Jumlah peluru yang dicuri tidak diketahui dengan pasti. Namun, Shin Beth memperkirakan jumlahnya sekitar 26.000 butir.

“Belakangan ini jumah orang yang menerobos masuk berkurang,” kata sumber militer kepada Walla.

“Namun, mereka masih bisa masuk dan mencuri.”

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas