Peringatan Darurat: Batalkan Revisi UU Pilkada dan Aksi Represif Polisi
Peringatan Darurat sukses membuat berbagai elemen masyarakat turun ke jalan hingga membuat DPR batal merivisi UU Pilkada. Namun, aksi…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merespons kejadian kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat pemukulan mundur aksi massa ini. Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, menyebut "aparat mulai menyebarkan gas air mata dan menggunakan cara-cara kekerasan dalam membubarkan unjuk rasa."
Data yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian mencatat 159 peserta aksi telah ditangkap. Selain itu, Aliansi Jurnalis Indonesia mengatakan bahwa sejumlah jurnalis telah ditangkap dalam aksi pada hari Kamis itu.
TAUD: Ada 39 kekerasan oleh aparat
Perwakilan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Muhammad Fadhil Alfathan, kepada DW Indonesia mengatakan pihaknya melakukan pendampingan terhadap 39 orang peserta aksi massa di Polda Metro Jaya. Kemungkinan, jumlah ini masih bisa bertambah.
Fadhil mengatakan bahwa TAUD akan kembali melakukan pendampingan pemeriksaan pada Jumat (23/08) siang.
"Kalau dari data kita (TAUD), kekerasan psikis, dan verbal, total 39, yang kita temukan saat pemberian bantuan hukum di Polda," kata Fadhil lewat sambungan telepon.
Saat melakukan pendampingan tersebut, Fadhil menjelaskan ada seorang peserta aksi yang mengalami kekerasan dari pihak kepolisian hingga menyebabkan korban mengalami patah pada bagian hidung, muka lebam, hingga pincang.
Keterangan kekerasan pada korban itu merupakan observasinya sebagai seorang nonmedis, tambah Fadhil.
Mengomentari 159 peserta aksi yang ditahan kepolisian itu, Fadhil mengatakan, jika benar sebanyak itu peserta aksi yang ditahan, "di mana keberadaan mereka saat ini?"
Komika, aktor, sutradara turun ke jalan
Berdasarkan pantauan Tim DW Indonesia, pada hari itu ada berbagai elemen masyarakat turun ke jalan yang berasal dari berbagai kalangan. Misalnya pada pukul 09:50, terlihat beberapa stand up comedian (komika) yang datang menggunakan pakaian serba hitam. Terlihat juga Bintang Emon, Abdur Arsyad, Arie Kriting, Mamat Alkatiri, hingga pelawak senior Cing Abdel.
Pada waktu tersebut, massa sudah mulai berdatangan dan beberapa mobil komando yang menjadi pusat orasi para aksi demonstran juga sudah parkir di depan Gedung DPR.
Rombongan komika dan pelawak ini tampak dikerubungi oleh sejumlah awak media yang berupaya meminta keterangan mereka terkait aksi ini, ada juga beberapa orang yang hendak berfoto. Sebelum menuju pusat orasi, para komika ini ada yang sempat melakukan aksi sujud.
Saat aksi massa mulai memadati depan Gedung DPR dan orasi dimulai, dari arah samping terlihat juga aktor Reza Rahadian. Para peserta aksi langsung mengerubungi Reza yang saat itu juga diwawancara oleh awak media.
Reza saat diwawancarai mengaku tidak lagi marah dengan sikap para anggota dewan tersebut, melainkan dia sudah merasa kecewa.
Belakangan, para komika dan aktor ini mendapat kesempatan untuk menyampaikan keresahan dan tuntutannya dari mobil komando.
Sama tapi tidak serombongan, sutradara kawakan Joko Anwar juga terlihat hadir di depan Gedung DPR. Dia sudah berada di tempat protes sejak Kamis (22/08) pagi.
(mh/ae)

Baca tanpa iklan