Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Blogger Militer Rusia Panik setelah Pavel Durov Ditangkap: Harus Cari Alternatif Telegram

Bos Telegram ditangkap, blogger militer Rusia ikutan panik, apa sebabnya?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Blogger Militer Rusia Panik setelah Pavel Durov Ditangkap: Harus Cari Alternatif Telegram
Screenshot Telegram, Instagram @durov
Rybar, channel Telegram terkenal pro-Rusia | Bos Telegram Pavel Durov 

TRIBUNNEWS.COM - Para blogger militer Rusia panik setelah Pavel Durov, miliarder pendiri sekaligus CEO aplikasi perpesanan Telegram, ditangkap di bandara Paris pada Sabtu (24/8/2024) malam.

Dilaporkan Newsweek, ketika muncul berita tentang penangkapan Durov, para analis dan blogger militer meramaikan Telegram, membahas bagaimana masa depan konflik di Ukraina bila tanpa aplikasi tersebut.

Kehebohan ini menyoroti bahwa Telegram adalah sarana komunikasi penting yang digunakan oleh tentara Rusia.

Dilaporkan sebelumnya, Pavel Durov (39), yang berkewarganegaraan ganda Prancis dan Rusia, ditangkap sebagai bagian dari penyelidikan di mana Telegram diduga digunakan untuk penipuan, perdagangan narkoba, pencucian uang, dan pelanggaran lainnya, demikian dilaporkan media Prancis.

Telegram, yang diluncurkan pada 2013, mengeluarkan pernyataan pada Minggu malam yang mengatakan, Durov tidak menyembunyikan apapun dan perusahaan tersebut mematuhi semua hukum Uni Eropa.

"Tidak masuk akal untuk mengklaim bahwa suatu platform atau pemiliknya bertanggung jawab atas penyalahgunaan platform tersebut," kata Telegram dalam pernyataannya.

Menanggapi berita tersebut, jurnalis Rusia Alexander Sladkov mengatakan, militer Rusia melakukan setengah dari komunikasinya melalui aplikasi Telegram, dan mengatakan bahwa alternatif harus dibuat segera.

Pavel Durov
Pavel Durov (Instagram @durov)
Rekomendasi Untuk Anda

"Pavel Durov ditangkap. Serangan terhadap pemilik [Telegram] ini, yang menyimpan setengah dari komunikasi dalam [perang], sudah diperkirakan. Sekarang kita perlu segera membuat perpesanan militer Rusia," tulisnya.

"Yah, tidak mungkinkah untuk memikirkan ini sebelumnya?! Mengapa Grup Wagner memiliki perpesanan seperti itu, tetapi angkatan bersenjata Rusia kita yang hebat tidak!?!?" kata Sladkov, mengacu pada kelompok paramiliter Rusia yang dipimpin oleh mendiang Yevgeny Prigozhin.

"Dan tidak ada yang harus dihukum. Atau mungkin kita tidak perlu mencari yang bersalah? Hukuman Rusia adalah kecerobohan. Dan ini adalah mimpi buruk."

Blogger militer Rusia Alexei Sukonkin mengatakan penangkapan Durov menimbulkan sejumlah masalah yang perlu segera ditangani.

Baca juga: Juli Vavilova, Wanita Misterius yang Diduga Ditangkap Bersama CEO Telegram Pavel Durov

"Karena: Telegram saat ini menjadi basis komunikasi militer," tulisnya.

"Sejak saat ini, semua ini terancam. Bukankah ini tragedi utama bulan Agustus?"

Saluran Telegram Rusia "Rybar", yang didirikan oleh Mikhail Zvinchuk, mantan pegawai Kementerian Pertahanan Rusia, juga menyatakan bahwa Telegram kini telah menjadi sarana utama untuk mengendalikan unit di zona perang Ukraina.

"Akan sangat menyedihkan dan sekaligus lucu jika pemicu perubahan pendekatan komunikasi dan kontrol di angkatan bersenjata [Rusia] adalah penangkapan Pavel Durov," kata saluran tersebut.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas