Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jenderal AS: Risiko Perang di Utara 'Agak Mereda' setelah Bentrokan Sengit Israel vs Hizbullah

Jenderal AS Charles Q. Brown, Jr. mengklaim risiko perang di perbatasan utara agak mereda setelah bentrokan sengit Israel dan Hizbullah Lebanon.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sri Juliati
zoom-in Jenderal AS: Risiko Perang di Utara 'Agak Mereda' setelah Bentrokan Sengit Israel vs Hizbullah
AFP/ANWAR AMRO
Pejuang Hizbullah Lebanon berdiri di dekat beberapa peluncur roket di desa Aaramta, Lebanon Selatan. --- Jenderal AS mengklaim risiko perang Israel dan Hizbullah Lebanon menurun setelah Israel mengklaim berhasil menangkis serangan besar sebelumnya. 

Brown menegaskan, AS berada dalam posisi yang lebih baik dan mencoba meningkatkan kemampuan militernya, lebih dari apa yang mereka lakukan saat menangkis serangan Iran pada April lalu, seperti diberitakan The Times of Israel.

Jumlah Korban di Jalur Gaza

Saat ini, Israel masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza, jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi lebih dari 40.435 jiwa dan 93.534 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Selasa (27/8/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, dikutip dari Aawsat.

Sebelumnya, Israel mulai membombardir Jalur Gaza setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023) untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa sejak tahun 1948.

Israel memperkirakan kurang lebih ada 120 sandera yang hidup atau tewas dan masih ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas