Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Netanyahu Tak Terima Diprotes: Mogok Kerja Massal di Israel akan Untungkan Yahya Sinwar

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan mogok kerja massal di Israel akan memberikan keuntungan bagi pemimpin Hamas, Yahya Sinwar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Netanyahu Tak Terima Diprotes: Mogok Kerja Massal di Israel akan Untungkan Yahya Sinwar
Kolase Tribunnews.com/AFP
Pimpinan Hamas, Yahya Sinwar dan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu. --- Netanyahu sebut aksi mogok kerja massal di Israel hanya akan memberikan keuntungan pada pemimpin Hamas, Yahya Sinwar. 

Pada Sabtu pekan lalu, militer Israel mengumumkan penemuan enam mayat sandera di dalam terowongan di Rafah, Jalur Gaza selatan.

Militer Israel mengungkap identitas enam mayat tersebut adalah Alex Lobanov, Eden Yerushalmi, Almog Sarusi, Sersan Kepala Ori Danino, Hersh Goldberg-Polin, dan Carmel Gat, seperti diberitakan BBC.

Ribuan pengunjuk rasa mengangkat bendera dan plakat di sekitar peti mati simbolis yang mewakili enam sandera Israel yang jasadnya ditemukan dari Jalur Gaza, selama unjuk rasa antipemerintah yang menyerukan pembebasan tawanan yang ditahan oleh militan Palestina di Gaza sejak Oktober, di Tel Aviv pada 1 September 2024. - Keluarga sandera Israel telah menyerukan pemogokan umum nasional yang dimulai pada malam 1 September untuk memaksa pemerintah mencapai kesepakatan guna mengamankan pembebasan tawanan yang masih ditahan di Gaza. (Photo by JACK GUEZ / AFP)
Ribuan pengunjuk rasa mengangkat bendera dan plakat di sekitar peti mati simbolis yang mewakili enam sandera Israel yang jasadnya ditemukan dari Jalur Gaza, selama unjuk rasa antipemerintah yang menyerukan pembebasan tawanan yang ditahan oleh militan Palestina di Gaza sejak Oktober, di Tel Aviv pada 1 September 2024. - Keluarga sandera Israel telah menyerukan pemogokan umum nasional yang dimulai pada malam 1 September untuk memaksa pemerintah mencapai kesepakatan guna mengamankan pembebasan tawanan yang masih ditahan di Gaza. (Photo by JACK GUEZ / AFP) (AFP/JACK GUEZ)

Pengadilan Perburuhan Israel Minta Masyarakat Hentikan Aksi Mogok Kerja

Pengadilan Perburuhan Israel di Tel Aviv hari ini memerintahkan penghentian pemogokan umum yang sebelumnya diserukan oleh serikat buruh Histadrut.

“Kami mengeluarkan perintah di tingkat nasional untuk mencegah pemogokan yang diumumkan, dan menetapkan bahwa pemogokan harus dihentikan hari ini pada pukul 14.30 waktu setempat," kata pengadilan tersebut dalam sebuah pernyataan, Senin.

Keputusan pengadilan tersebut diambil atas permintaan Menteri Keuangan sayap kanan Bezalel Smotrich, seperti diberitakan Aawsat.

Jumlah Korban di Jalur Gaza

Saat ini, Israel masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza, jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi lebih dari 40.738 jiwa dan 94.154 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Senin (2/9/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, dikutip dari Al Quds.

Sebelumnya, Israel mulai membombardir Jalur Gaza setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023) untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa sejak tahun 1948.

Rekomendasi Untuk Anda

Israel memperkirakan kurang lebih ada 109 sandera yang hidup atau tewas dan masih ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas