Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Bencana Iklim Tingkatkan Risiko Pernikahan Anak di Pakistan

Bencana cuaca ekstrem menciptakan risiko bagi anak perempuan di Pakistan, kata kelompok HAM. Pasalnya, keluarga pengungsi iklim terdorong…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Bencana Iklim Tingkatkan Risiko Pernikahan Anak di Pakistan
Deutsche Welle
Bencana Iklim Tingkatkan Risiko Pernikahan Anak di Pakistan 

Osama Malik, seorang pengacara, memiliki pandangan yang sama. "Banjir beberapa tahun terakhir sangat dahsyat, mengakibatkan hancurnya tanaman dan ternak, dan petani miskin terpaksa menikahkan anak perempuan mereka segera setelah mereka mencapai masa pubertas," kata dia.

Cuaca ekstrem meningkatkan 'risiko pernikahan dini'

Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNICEF, mengatakan bahwa Pakistan telah membuat "langkah signifikan" dalam mengurangi pernikahan dini selama dua dekade terakhir.

Namun, negara tersebut telah menderita dampak perubahan iklim yang signifikan, katanya, dengan mencontohkan banjir besar pada tahun 2022.

"Bukti menunjukkan bahwa peristiwa cuaca ekstrem seperti ini berkorelasi dengan peningkatan risiko pernikahan dini," kata UNICEF dalam sebuah laporan setelah banjir.

"Dalam setahun dengan peristiwa seberat ini, kami memperkirakan akan melihat peningkatan 18 persen dalam prevalensi pernikahan dini, yang setara dengan penghapusan kemajuan selama lima tahun."

Namun, pemerintah Sindh membantah laporan bahwa kerentanan ekonomi akibat iklim menyebabkan lonjakan angka pernikahan anak di provinsi tersebut.

"Tidak ada pernikahan di bawah umur yang terjadi di Dadu, dan anak perempuan yang menikah adalah orang dewasa, bukan pengantin anak," kata Hidayat Ali Shah, wakil direktur Otoritas Perlindungan Anak di distrik Dadu, kepada DW.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun begitu, ”anak perempuan tetap dianggap sebagai beban dalam keluarga besar, dan seseorang yang harus segera disingkirkan," kata Afia Salam, seorang jurnalis yang fokus pada isu lingkungan dan gender. "Pemikiran patriarki ini harus ditangani melalui kampanye kesadaran," tegasnya.

rzn/yf

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas