Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Beredar Dokumen Bocor yang Diduga Berasal dari Komputer Bos Hamas Yahya Sinwar, Ternyata Palsu

Beredar dokumen yang diduga bocor dan berasal dari komputer milik Kepala Biro Politik Hamas Yahya Sinwar.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Beredar Dokumen Bocor yang Diduga Berasal dari Komputer Bos Hamas Yahya Sinwar, Ternyata Palsu
AFP/MOHAMMED ABED
Yahya al-Sinwar (tengah), kepala gerakan Islam Palestina Hamas di Jalur Gaza, berjabat tangan dengan seorang pejuang bertopeng dari Brigade Qassam Hamas selama unjuk rasa yang menandai ulang tahun ke-35 berdirinya kelompok tersebut, di Kota Gaza pada 14 Desember 2022. 

TRIBUNNEWS.COM – Beredar dokumen yang diduga bocor dan berasal dari komputer milik Kepala Biro Politik Hamas Yahya Sinwar.

Dokumen itu digunakan oleh media Jewish Chronicle dan Bild sebagai bahan berita.

Menurut Jewish Chronicle, dokumen itu ditemukan oleh militer Israel tanggal 29 Agustus lalu.

Media asal Inggris itu mengatakan dokumen tersebut berisi rencana menyelundupkan sandera dari Mesir ke Gaza lewat terowongan di bawah Koridor Philadelphi. Setelah itu, sandera akan dikirim ke Iran.

Muncul pula klaim bahwa Sinwar berada di balik rencana itu. Dia juga diduga punya rencana untuk kabur.

Akan tetapi, apakah dokumen itu asli atau benar-benar berasal dari Hamas?

Dikutip dari Al Mayadeen, media terkenal Israel bernama Yedioth Ahronoth melakukan penyelidikan dan pada akhirnya menyimpulkan bahwa dokumen itu palsu.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut media itu, Direktorat Intelijen Milter Israel tidak mengetahui dokumen yang disebut oleh Jewish Chronicle.

“Dokumen itu maupun narasi yang dikaitkan oleh Sinwar, yang memutuskan untuk kabur, tidak diketahui oleh siapa pun di Israel,” kata Yedioth Ahronoth yang mengutip sumber militer.

Dokumen tersebut digunakan sebagai kampanye untuk memanipulasi opini publik untuk memunculkan dugaan bahwa Hamas dan Sinwar tidak tertarik dengan gencatan senjata.

Media itu juga membantah pernyataan media Jerman bernama Bild mengenai dokumen itu.

Baca juga: Masih Gagal Tangkap Yahya Sinwar, Israel Tunggu Kepala Biro Politik Hamas Buat Kesalahan

Menurut Yedioth Ahronoth, kutipan yang ditulis oleh Bild dan mengindikasikan bahwa Hamas tak tertarik berunding dengan Israel adalah tidak benar atau dibuat-buat.

Laporan Jewish Chronicle dan Bild turut menyingung pernyataan yang dibuat oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu minggu lalu.

Netanyahu menyatakan pasukan Israel tidak akan menarik diri dari Koridor Philadelphi karena penarikan itu akan membuat Hamas bisa menyelundupkan sandera ke luar Gaza.

Yedioth Ahronoth menyebut dokumen palsu itu menimbulkan kemarahan besar di dalam lembaga keamanan Israel.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas