Turki Dukung Lebanon Lawan Agresi Israel, Menlu Hakan Fidan: Beirut Diseret dalam Perang Regional
Pada Rabu (25/9/2024), Menlu Turki, Hakan Fidan mengatakan kepada Abdallah Bou Habib kalau Ankara mendukung Beirut melawan Israel.
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Endra Kurniawan
![Turki Dukung Lebanon Lawan Agresi Israel, Menlu Hakan Fidan: Beirut Diseret dalam Perang Regional](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/menteri-luar-negeri-turki-hakan-fidan-ok.jpg)
TRIBUNNEWS.COM - Pada Rabu (25/9/2024), Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki, Hakan Fidan mengatakan kepada mitranya dari Lebanon, Abdallah Bou Habib kalau Ankara memberikan dukungan kepada Beirut untuk melawan serangan Israel.
Selama pertemuan itu, Bou Habib berterima kasih kepada Fidan atas kiriman obat-obatan dari Turki yang tiba di Lebanon pada Rabu (25/9/2024), sumber tersebut menambahkan.
Bou Habib juga memberi pengarahan kepada Fidan tentang perkembangan terbaru di Lebanon.
Sejak perang Israel dengan kelompok militan Hamas yang menguasai Gaza pecah hampir setahun kemarin, Hizbullah melancarkan serangan demi serangan ke Tel Aviv sebagai bentuk solidaritas untuk Palestina.
Presiden Tayyip Erdogan juga mengutuk serangan Israel terhadap wilayah Lebanon dan menuntut langkah-langkah internasional untuk menghentikan serangan Israel di Gaza dan serangan lintas batas dengan Hizbullah.
Dalam sebuah pertemuan di sela-sela sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Fidan mengatakan kepada Bou Habib bahwa serangan Israel terhadap Lebanon “tidak dapat diterima”.
Ia juga menyebut Beirut diseret dalam perang regional antara Israel dengan Lebanon.
"Israel ingin menyeret wilayah Lebanon ke dalam kekacauan," kata sumber tersebut, dikutip dari VOA News.
Fidan juga mengatakan pada pertemuan menteri luar negeri G20 yang diadakan di New York, bahwa tidak jelas apakah saling tembak lintas batas antara Israel dan Hizbullah akan menyebar lebih jauh.
Ia menambahkan bahwa dunia menghadapi konflik yang lebih luas, kata sumber tersebut.
Turki, yang merupakan anggota NATO, mengecam serangan Israel di Gaza.
Ankara pun menghentikan semua perdagangan dengan Israel dan mengajukan permohonan untuk bergabung dalam kasus genosida terhadap Israel di Mahkamah Internasional, yang awalnya diajukan oleh Afrika Selatan (Afsel).
Baca juga: Mendag Zulkifli Hasan Temukan 2.939 Karpet Ilegal asal Turki di Tangerang Senilai Rp10 Miliar
PM Lebanon berharap gencatan senjata
Perdana Menteri Lebanon, Najib Azmi Mikati menyambut baik dorongan internasional untuk gencatan senjata yang diusulkan dilakukan selama 21 hari di perbatasan Israel-Lebanon.
Ketika ditanya apakah kesepakatan tersebut dapat segera tercapai, Mikati mengatakan kepada kantor berita Reuters: “Ya, semoga saja.”
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.