Serakah, Menteri Israel Smotrich Ingin Taklukkan Tanah Arab: Saya Ingin Negara Yahudi
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, membuat pernyataan kontroversial. Ia ingin menaklukkan Tanah Arab untuk membuat negara Yahudi.
Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Nuryanti
TRIBUNNEWS.com - Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, baru-baru ini mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait keinginannya mendirikan negara Yahudi.
Dalam film dokumenter berjudul In Israel: Ministers of Chaos, Smotrich menyarankan perluasan "Israel Raya" tak hanya meliputi wilayah Palestina.
Ia mengatakan batas Israel di masa depan akan melampau Sungai Yordan "sedikit demi sedikit".
Menteri sayap kanan itu juga mengklaim, Yerusalem pada akhirnya akan meluas hingga Damaskus di Suriah.
Hal ini, kata dia, sejalan dengan ideologi "Israel Raya" yang didasarkan pada interpretasi keagamaan tentang "tanah yang dijanjikan".
Ia juga merinci keinginannya untuk menaklukkan tidak hanya seluruh wilayah Palestina hingga Sungai Yordan dan Damaskus, tapi juga wilayah yang membentang hingga Irak dan Arab Saudi, dikutip dari The Cradle.
Saat ditanya tentang tujuannya, Smotrich mengatakan, "Saya menginginkan negara Yahudi. Negara yang dijalankan berdasarkan nilai-nilai orang Yahudi."
Pewawancara kemudian bertanya kepada Smotrich, apakah menurutnya, batas negara Yahudi harus melampaui Sungai Yordan.
"Tentu saja, tapi perlahan-lahan. Para pemuka agama kita dulu mengatakan masa depan Yerusalem akan meluas hingga ke Damaskus," jawabnya.
Sebelumnya, Smotrich juga telah mengeluarkan pernyataan yang kontroversial dengan mengatakan Palestina "harus dihapus dari muka bumi."
Sebagai informasi, konsep "Israel Raya" memuat rencana perluasan wilayah Israel ke Palestina, Suriah, dan Yordania, meskipun batas-batas pastinya belum ditetapkan, dilansir Anadolu Ajansi.
Baca juga: Gagal Total, 4 Tujuan Israel di Gaza Tak Ada yang Tercapai
Israel saat ini menguasai Palestina dari wilayah Laut Mediterania hingga Sungai Yordan, termasuk Tepi Barat yang diduduki.
Sejak menguasai Tepi Barat pada 1967, Israel telah membangun pemukiman Yahudi ilegal di kawasan tersebut.
Sejak dimulainya genosida Gaza pada Oktober 2023, banyak tentara, tokoh media, dan politisi Israel telah menyatakan dengan jelas, mereka ingin menaklukkan Gaza demi membangun pemukiman Yahudi.