Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Yahya Sinwar Sempat Ikat Lengannya yang Pendarahan Pakai Kabel Listrik

Yahya Sinwar menderita luka serius lainnya sebelum peluru di kepalanya membunuhnya, kata dokter yang mengawasi otopsi jenazahnya.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Yahya Sinwar Sempat Ikat Lengannya yang Pendarahan Pakai Kabel Listrik
IDF
Video yang dirilis IDF yang memperlihatkan perjuangan terakhir Yahya Sinwar sebelum terbunuh, 

Pemimpin Hamas Yahya Sinwar terbunuh dengan tembakan di kepala. Jenazah Yahya Sinwar sempat terluka sebelum menghembuskan nafas terakhir. Dia berhasil diidentifikasi melalui tes DNA menggunakan jarinya yang terputus.

TRIBUNNEWS.COM, GAZA -  Pemimpin Hamas Yahya Sinwar tewas akibat luka tembak di kepala dan lengan bawahnya.

Dia terluka parah  yang menyebabkan pendarahan hebat.

Yahya Sinwar menderita luka serius lainnya sebelum peluru di kepalanya membunuhnya, kata dokter yang mengawasi otopsi jenazahnya.

Pimpinan Hamas yang berusia 61 tahun diidentifikasi melalui tes DNA .

Jarinya dipotong dan dikirim untuk pengujian DNA oleh Israel. 

Menurut Dr. Chen Kugel, direktur lembaga forensik nasional Israel yang mengawasi otopsi kepada New York Times mengatakan bahwa Sinwar tewas akibat luka tembak di kepala.

Rekomendasi Untuk Anda

Dokter tersebut mencatat bahwa lengan bawahnya hancur setelah terkena pecahan peluru, mungkin dari rudal kecil atau peluru tank, yang menyebabkan pendarahan.

Masih dalam kondisi luka parah, Yahya Sinwar  tampaknya mencoba menghentikan pendarahan di lengannya menggunakan kabel listrik.

"Namun itu tidak akan berhasil. Kabelnya tidak cukup kuat," kata dokter tersebut.

Dr Kugel mengatakan bahwa otopsi Sinwar dilakukan 24 hingga 36 jam setelah kematiannya. 

Setelah otopsi selesai, jenazahnya diserahkan kepada militer Israel, yang mungkin telah memindahkannya ke lokasi yang dirahasiakan.

Identitas Sinwar dikonfirmasi melalui tes DNA.

Dokter tersebut mengatakan kepada CNN bahwa jarinya dipotong dan dikirim untuk diuji oleh tentara Israel.

“Setelah laboratorium membuat profil tersebut, kami membandingkannya dengan profil yang dimiliki Sinwar saat ia menjalani hukuman di sini sebagai tahanan, sehingga kami akhirnya dapat mengidentifikasinya melalui DNA-nya,” kata Dr. Kugel.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas