Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Jerman Tangkap Pria Terkait Rencana Serangan Kedubes Israel

Pria Libya diduga punya hubungan dengan kelompok militan Negara Islam (IS) hadir di pengadilan tertinggi Jerman pada hari Minggu (20/10/2024).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Polisi Jerman Tangkap Pria Terkait Rencana Serangan Kedubes Israel
Tangkap layar X
Polisi di lokasi pencarian di kota Sankt Augustin, Jerman barat. Polisi Jerman menangkap seorang pria terkait rencana serangan terhadap Kedutaan Besar (Kedubes) Israel. Seorang pria Libya yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok militan Negara Islam (IS) dijadwalkan hadir di pengadilan tertinggi Jerman pada hari Minggu (20/10/2024) waktu setempat. 

TRIBUNNEWS.COM - Polisi Jerman menangkap seorang pria terkait rencana serangan terhadap Kedutaan Besar (Kedubes) Israel.

Seorang pria Libya yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok militan Negara Islam (IS) hadir di pengadilan tertinggi Jerman pada Minggu (20/10/2024) waktu setempat.

Sesuai dengan undang-undang privasi Jerman yang ketat, identitas tersangka hanya disebutkan sebagai Omar A.

Pria itu didakwa merencanakan serangan terhadap Kedutaan Besar Israel di Berlin, DW News melaporkan.

Ia ditahan di kota Bernau, negara bagian Brandenburg, tepat di luar ibu kota.

Omar dibekuk dalam sebuah penggerebekan oleh unit polisi bersenjata lengkap di pinggiran Berlin pada Sabtu (19/10/2024).

Dikutip dari AFP dan AP News, jaksa mengatakan, Omar berencana menggunakan senjata api dalam serangan itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia dijadwalkan dibawa ke Pengadilan Federal di Karlsruhe pada Minggu (21/10/2024) malam waktu setempat.

Hakim bakal memutuskan apakah ia harus ditahan selama penyelidikan.

Rencanakan serangan besar-besaran

Dalam sebuah pernyataan, kantor kejaksaan mengatakan bahwa warga negara Libya tersebut bermaksud melakukan "serangan besar-besaran dengan senjata api terhadap kedutaan besar Israel di Berlin."

"Untuk merencanakan serangan, tersangka bertukar informasi dengan seorang anggota ISIS dalam obrolan messenger," jelas kantor kejaksaan.

Menurut media Jerman, pihak berwenang diberitahu tentang rencana tersebut oleh dinas intelijen asing yang menyatakan, setelah serangan itu, tersangka berencana pergi menemui kerabatnya di kota Sankt Augustin di dekat kota Bonn di bagian barat sebelum melarikan diri dari daerah itu.

Kerabat yang dimaksud diperlakukan sebagai saksi dan bukan tersangka, dan flat mereka juga digeledah.

Baca juga: Kantor TV Saudi di Irak Dibakar Massa Karena Sebut Yahya Sinwar Teroris, Izin Siaran Dicabut

Ancaman teror yang serius

Setelah penangkapan tersebut, Menteri Kehakiman Jerman Marco Buschmann memperingatkan adanya ancaman teror Islam yang "sangat serius" di Jerman.

"Lembaga-lembaga Israel sering menjadi incaran teroris," katanya kepada kantor berita dpa.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas