Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mossad Terlibat Rencana Pemerasan terhadap PM Italia Giorgia Meloni

Giorgia Meloni mengecam dugaan rencana tersebut sebagai “tidak dapat diterima” dan “ancaman bagi demokrasi".

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Mossad Terlibat Rencana Pemerasan terhadap PM Italia Giorgia Meloni
Instagram @giorgiameloni
Giorgia Meloni 

 

TRIBUNNEWS.COM, ITALIA - Badan intelijen Israel, Mossad, diduga terlibat skandal besar di Italia.

Mossad dituduh kerjasama dengan sebuah firma investigasi swasta, yang dipimpin oleh mantan dan pejabat keamanan tinggi  di Italia, mengakses secara ilegal informasi pribadi tentang tokoh-tokoh terkemuka, termasuk Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Tujuannya untuk tujuan pemerasan terhadap PM Italia.

Mossad dianggap bekerjasama dengan firma Equalize yang berkantor pusat di Milan, Italia.

Giorgia Meloni mengecam dugaan rencana tersebut sebagai “tidak dapat diterima” dan “ancaman bagi demokrasi".

Sementara Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menyerukan penyelidikan parlemen yang mendesak, dengan alasan kekhawatiran bahwa rahasia negara dapat terancam. 

Rekomendasi Untuk Anda

Crosetto menggambarkan informasi yang terungkap itu hanya sebagai “puncak gunung es”. 

Koneksi Israel

Media Italia menggambarkan skandal itu sebagai konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan anggota mafia, agen intelijen, dan badan asing, termasuk Mossad.

Empat orang ditangkap dalam penyelidikan dugaan berkas ilegal yang berpusat di sekitar Equalize. 

Mereka diidentifikasi sebagai mantan polisi Carmine Gallo, pimpinan Equalize, bersama dengan peretas Nunzio Calamucci,

Massimiliano Camponovo, dan Giulio Cornelli. Interogasi terhadap keempat tersangka dimulai pada hari Kamis.

Banyak klien firma tersebut diyakini merupakan perusahaan besar dan firma hukum yang mencari keunggulan kompetitif, pengaruh di ruang pengadilan, atau bahan untuk pemerasan.

Menurut media Italia Corriere Della Sera, penyelidik melacak kunjungan ke firma tersebut oleh dua warga negara Israel tak dikenal yang digambarkan sebagai agen intelijen. 

Orang-orang ini diduga mencari informasi tentang gas Iran yang dapat menarik minat ENI, perusahaan energi milik negara Italia, dan menanyakan tentang perdagangan gas dengan Iran. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas