Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Krisis Utang Sirkuler di Pakistan Bebani Konsumsi Listrik Masyarakat

Utang sirkuler di Pakistan, dinilai menjadi tantangan kritis bagi sektor energi negara tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Krisis Utang Sirkuler di Pakistan Bebani Konsumsi Listrik Masyarakat
freepik
bendera pakistan 

Peta jalan strategis yang mencakup reformasi kebijakan, investasi dalam energi terbarukan, dan tata kelola yang ditingkatkan sangat penting untuk memutus lingkaran setan utang sirkuler.  Menurut para ahli sektor, untuk mengatasi utang sirkuler secara efektif, Pakistan memerlukan pendekatan multi-cabang yang berfokus pada reformasi struktural, peningkatan teknologi, dan tata kelola yang lebih baik.

Meskipun jalan menuju penyelesaiannya rumit, manfaat potensial—sektor listrik yang stabil, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup warga negara—menjadikannya tujuan yang layak untuk dikejar.
Dengan kepemimpinan, komitmen, dan kolaborasi yang tepat di antara para pemangku kepentingan, Pakistan dapat mengatasi tantangan ini dan membangun sektor energi yang tangguh, efisien, dan ramah konsumen, menurut para ahli.

Menurut editorial terbaru yang diterbitkan di salah satu harian berbahasa Inggris terkemuka di Pakistan, The Express Tribune, masalah utang sirkuler tidak dapat diselesaikan melalui penyesuaian numerik atau tindakan yang dangkal.

Hal ini menuntut pendekatan yang menyeluruh dan strategis, dengan fokus utama pada pengurangan beban pada massa dan memungkinkan ekonomi untuk mendapatkan kembali momentumnya.

Dengan tarif listrik Pakistan yang termasuk yang tertinggi di kawasan tersebut, mengharapkan kebangkitan ekspor dan produksi industri dalam keadaan seperti itu tidak realistis, menurut editorial tersebut.

Baca juga: Revolusi Energi Surya di Pakistan Kejutkan Jejaring Listrik Nasional

"Sangat tidak dapat diterima jika pembayaran kapasitas mencapai 70 persen dari tarif listrik, sedangkan 30 persen sisanya dikaitkan dengan biaya energi," tulis editorial tersebut.

SUMBER

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas