Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Israel Caplok Dataran Tinggi Golan, Kendaraan Lapis Baja IDF Kini Hanya Berjarak 20 Km dari Damaskus

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa wilayah tersebut akan selamanya menjadi bagian tak terpisahkan dari Negara Israel.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Israel Caplok Dataran Tinggi Golan, Kendaraan Lapis Baja IDF Kini Hanya Berjarak 20 Km dari Damaskus
Ayal Margolin/Flash90
Tentara Israel di Israel utara dekat Gunung Hermon. Israel telah mengumumkan pencaplokan Dataran Tinggi Golan. Israel diketahui juga telah meluncurkan serangan udara besar-besaran di Suriah sebagai respons terhadap kejatuhan mengejutkan Presiden Suriah Bashar Assad. 

Serangan ini dianggap sebagai yang terkuat sejak Perang Oktober 1973.

Menurut sumber senior Israel, tujuan utama dari operasi ini adalah untuk menghancurkan semua peralatan militer Angkatan Bersenjata Suriah, termasuk tank dan rudal.

Dengan digulingkannya pemerintahan Assad, sekutu utama Iran, dari negara tersebut, Israel bergerak cepat untuk melaksanakan apa yang disebut banyak orang sebagai “operasi penjinakan”.

Israel ingin memastikan infrastruktur militer yang tersisa di Suriah yang canggih tidak jatuh ke tangan musuh.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan pada tanggal 9 Desember bahwa Israel akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk menjaga keamanannya setelah jatuhnya Assad.

“Tujuan Israel adalah menghancurkan semua peralatan Angkatan Darat Suriah, dari tank hingga rudal,” kata seorang sumber senior Israel.

Menurut media Israel, Angkatan Udara Israel (IAF) menargetkan berbagai aset militer, termasuk pesawat, rudal, dan persediaan senjata kimia.

Rekomendasi Untuk Anda

Serangan ini difokuskan terutama di Suriah selatan, di sekitar ibu kota, Damaskus, dan difokuskan pada penonaktifan sistem pertahanan udara, gudang rudal permukaan-ke-permukaan, dan fasilitas senjata kimia.

Sumber keamanan Israel mencatat bahwa operasi ini telah memperluas kebebasan operasional IAF secara signifikan, memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam menangani ancaman yang muncul di wilayah tersebut.

Laporan juga menunjukkan bahwa Hizbullah, kelompok militan Lebanon yang bersekutu dengan Assad dan Iran, telah berupaya merebut persenjataan Suriah.

Serangan udara tersebut dilaporkan menghantam sedikitnya tiga pangkalan udara militer utama Suriah—pangkalan Qamishli di timur laut, pangkalan Shinshar di Homs, dan bandara Aqrba di barat daya Damaskus.

Pangkalan-pangkalan ini menampung puluhan helikopter dan jet, yang banyak di antaranya dilaporkan hancur dalam serangan tersebut. 

Selain itu, jet tempur IAF menargetkan beberapa fasilitas militer lainnya, termasuk pusat penelitian di dekat Damaskus dan pusat peperangan elektronik di wilayah Sayeda Zainab.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), kelompok pemantau yang berkantor pusat di London, juga melaporkan bahwa serangan udara Israel telah menghancurkan beberapa lokasi militer paling vital di Suriah.

Ini termasuk bandara, gudang militer, radar, dan depot amunisi yang tersebar di seluruh Suriah.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas